Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB TARGETKAN SOFT LAUNCHING TERMINAL MULTI PURPOSE PELABUHAN KUALA TANJUNG PADA MARET 2018

KEMENHUB TARGETKAN SOFT LAUNCHING TERMINAL MULTI PURPOSE PELABUHAN KUALA TANJUNG PADA MARET 2018

​KUALA TANJUNG (17/1) - Dalam rangka menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional,  Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan pembangunan dan pengembangan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung. Adapun Kementerian Perhubungan menargetkan soft launching Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung pada bulan Maret 2018.


Demikian disampaikan Direktur Kepelabuhanan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Chandra Irawan hari ini (17/1).

“Saat ini kemajuan pembangunan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap I sudah   96% untuk sisi laut dan 76,9% untuk sisi darat. Direncanakan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung akan Soft launching paling lambat Maret 2018,” kata Chandra.

Selain itu, Pelabuhan Kuala Tanjung ini direncanakan juga dengan pengembangan kawasan industri dengan tujuan untuk menurunkan biaya logistik serta mampu meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia sehingga bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya akan memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi Kawasan Barat Indonesia dan menjadi pusat alih muatan kapal (transhipment) juga ," ujar Chandra Irawan.

Sebagai informasi, perjanjian konsesi untuk pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung  telah ditandatangani antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) pada tanggal 23 Januari 2015 tentang pengembangan  Terminal Curah Cair Pelabuhan Kuala Tanjung dan telah di Addendum Konsesi menjadi Terminal Multipurpose  yang telah ditandatangani pada tanggal 16 November 2016. Adapun jangka konsesi adalah selama 69 tahun dengan concession fee sebesar 2,5 %.


Reaksi dan Komentar