Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan TubanKemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan TubanKemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan TubanKemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan TubanKemenhub Terbitkan Notice to Mariners dan Dukung Pencarian ABK Hilang Pasca tenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

TUBAN (8/10) — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan  laporan terkait kecelakaan kapal MV Khatulistiwa 8 yang mengalami tubrukan dengan Tongkang yang digandeng TB.Berkat Bahari di perairan Tuban, Jawa Timur, pada Rabu malam, 7 Oktober 2026. 

Dari total 18 orang awak kapal termasuk nakhoda, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh TB Amazon Harbour dan selanjutnya dibawa ke Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban. Sementara itu, 1 orang awak kapal yang menjabat sebagai Mualim I, atas nama Mayan Petter Saba, hingga saat ini masih dalam pencarian.

MV Khatulistiwa 8 merupakan kapal barang berbendera Indonesia yang mengangkut 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings dengan rute dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah.

Kronologi Kejadian

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman menyampaikan, berdasarkan laporan awal yang diterima, kecelakaan terjadi di sekitar 9 mil laut dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban, pada posisi 06°39'210" LS / 111°57'354" BT. MV Khatulistiwa 8 bertolak dari Terminal Khusus PT SIG Tuban pada pukul 17.30 WIB menuju Sampit.

“Sekitar pukul 21.37 WIB, pihak agen menerima informasi dari Kepala Kamar Mesin MV Khatulistiwa 8 bahwa kapal menubruk Tongkang yang digandeng TB.Berkat Bahari bermuatan pasir di perairan Tuban. Setelah kejadian tersebut, kapal mengalami kebocoran pada bagian lambung depan,” jelas Capt. Subuh.

Informasi mengenai kondisi kapal kemudian diterima oleh VTS Surabaya dan disiarkan melalui radio maritim Channel 16. Menindaklanjuti laporan tersebut, Syahbandar berkoordinasi dengan pihak Terminal Khusus TPPI (PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama) dan Terminal Khusus PPN (Pertamina Patra Niaga) Tuban untuk melakukan upaya pertolongan dan evakuasi.

Pada sekitar pukul 22.15 WIB, kapal TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi MV Khatulistiwa 8.

“Pada pukul 23.07 WIB, sebanyak 17 orang awak kapal, termasuk Nakhoda, berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh TB Amazon Harbour untuk kemudian dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban. Sementara itu, satu orang awak kapal, yaitu Mualim I atas nama Mayan Petter Saba, masih belum ditemukan dan saat ini dalam pencarian,” lanjut Capt. Subuh.

Sekitar pukul 23.45 WIB, MV Khatulistiwa 8 mengalami kemiringan dan kemudian tenggelam.

Pencarian ABK yang Masih Hilang

Menindaklanjuti kejadian tersebut, KSOP Kelas III Tanjung Pakis bersama unsur terkait melakukan koordinasi dengan Basarnas Brondong untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap satu orang awak kapal yang masih hilang.

KSOP Kelas III Tanjung Pakis juga telah menerbitkan Notice to Mariners sebagai pemberitahuan kepada pengguna jasa pelayaran terkait keberadaan kapal yang tenggelam di lokasi kejadian.

Capt. Subuh mengungkapkan dalam penanganan awal, Kapal Patroli KNP 485 dikerahkan untuk mendukung kegiatan pencarian bersama unsur Basarnas Brondong. Selain itu, KSOP juga melakukan pendataan dan pengumpulan informasi dari para saksi serta berkoordinasi dengan pemilik/operator kapal untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait kecelakaan.

"Untuk kondisi muatan, berdasarkan laporan awal, muatan kapal ikut tenggelam bersama kapal. Sementara itu, kondisi terkait potensi pencemaran maupun dampak terhadap lingkungan masih dalam proses pemantauan dan pendataan oleh pihak terkait," ungkapnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan koordinasi penanganan kecelakaan terus dilakukan antara KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Basarnas, VTS Surabaya, serta unsur terkait lainnya.

“Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap satu awak kapal yang masih belum ditemukan, memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian, serta melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Proses investigasi dan pengumpulan informasi mengenai penyebab kecelakaan juga terus dilakukan,” tutup Capt. Subuh.(SKY/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar