Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Kemenhub Terus Berupaya Mewujudkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia Melalui Transportasi Laut

Kemenhub Terus Berupaya Mewujudkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia Melalui Transportasi LautKemenhub Terus Berupaya Mewujudkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia Melalui Transportasi LautKemenhub Terus Berupaya Mewujudkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia Melalui Transportasi LautKemenhub Terus Berupaya Mewujudkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia Melalui Transportasi Laut

JAKARTA(28/4) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selalu berkomitmen untuk memajukan konektivitas di wilayah timur Indonesia, terutama di wilayah Maluku, melalui pengembangan transportasi laut. Upaya ini menjadi prioritas utama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menyoroti beberapa infrastruktur vital yang tengah dibangun atau direncanakan untuk mendukung tujuan tersebut. Namun ada beberapa tantangan utama yang dihadapi diantaranya keterbatasan fasilitas di beberapa Wilayah Kerja Pelabuhan (Wilker Pelabuhan).

"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memperjuangkan peningkatan konektivitas di wilayah timur Indonesia melalui transportasi laut. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka menghadapi sejumlah tantangan infrastruktur yang harus diatasi," ujarnya.

Fokus pada Perbaikan Infrastruktur Pelabuhan

Capt. Antoni mengungkapkan Wilker Pelabuhan Lirang menjadi sorotan utama. Meskipun telah memiliki fasilitas pelabuhan, Wilker Pelabuhan Lirang menghadapi kendala pada alur masuk yang sempit dan arus yang tidak menentu.

"Pendangkalan alur masuk menjadi masalah serius, sehingga membatasi kapal dengan draft di atas 2 meter untuk berlabuh," ungkapnya.

Meskipun telah dilakukan pengerukan pada tahun 2017, pendangkalan kembali terjadi, menyebabkan kapal harus berlabuh dan melakukan aktivitas turun-naik penumpang serta bongkar-muat barang dengan jarak yang cukup jauh dari Dermaga Lirang.

Perbaikan Infrastruktur dan Peningkatan Pelayanan

Wilker Pelabuhan Luang juga menjadi fokus perhatian. Meskipun belum memiliki fasilitas pelabuhan, wilayah ini sudah dijadikan tempat singgah oleh kapal perintis. 

"Namun, kegiatan turun-naik penumpang dan bongkar muat barang dilakukan dengan jarak yang jauh dari pulau Luang, mencapai sekitar 10 km dari tepi pulau," ungkapnya.

Beberapa kapal yang menyinggahi pelabuhan tersebut adalah  kapal perintis (KM Sabuk Nusantara 71, KM Sabuk Nusantara 87, KM Sabuk Nusantara 28, dan KM Lintas Bahari Indonesia).

"Namun saat ini Pra Studi Kelayakan telah dilakukan pada tahun anggaran 2022 untuk memperbaiki kondisi ini," tambah Capt. Antoni.

Rehabilitasi Infrastruktur untuk Keselamatan  dan Keamanan Pelayaran

Wilker Pelabuhan Mahaleta menghadapi tantangan serupa. Meskipun telah memiliki fasilitas pelabuhan, terdapat kerusakan berat pada salah satu segmen dermaga dan causeway. Kondisi ini menghambat operasional pelabuhan.

"Pembangunan dan rehabilitasi sudah direncanakan pada tahun anggaran 2025 untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kapal serta pelabuhan, menggunakan sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)," ungkapnya.

Capt. Antoni menegaskan upaya ini bertujuan untuk memastikan keselamatan  dan keamanan pelayaran  di Wilayah Kerja Pelabuhan Lirang dan Wilayah Kerja Pelabuhan Luang.

"Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan tujuan ini dapat tercapai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan wilayah tersebut. Kementerian Perhubungan terus mengawal dan mempercepat langkah-langkah strategis ini untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat kepulauan dan ekonomi nasional," tutupnya. (SKY/MM/HB)

Reaksi dan Komentar