Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB TINGKATKAN INTENSITAS PATROLI PENGAWASAN JELANG IMPLEMENTASI TSS SELAT SUNDA 1 JULI 2020

KEMENHUB TINGKATKAN INTENSITAS PATROLI PENGAWASAN JELANG IMPLEMENTASI TSS SELAT SUNDA 1 JULI 2020KEMENHUB TINGKATKAN INTENSITAS PATROLI PENGAWASAN JELANG IMPLEMENTASI TSS SELAT SUNDA 1 JULI 2020

JAKARTA (11/6) – Jelang pemberlakuan secara penuh bagan pemisahan alur laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok pada tanggal 1 Juli 2020, Kementerian Perhubungan terus melakukan persiapan, baik dari peningkatan kemampuan SDM maupun kelengkapan sarana dan prasarana.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelasi I Tanjung Priok juga terus melakukan persiapan, salah satunya dengan meningkatkan intensitas patroli pengawasan dan pengamanan di perairan Selat Sunda. “Bersamaan dengan peningkatan pelaksanaan patroli pengawasan dan pengamanan, kami juga melakukan Sosialisasi di perairan Selat Sunda. Hal ini kami laksanakan agar pada saat pemberlakuan TSS di Selat Sunda dapat berjalan dengan baik tanpa kendala suatu hal apapun,” kata Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Capt. Pujo Kurnia di Jakarta, Kamis (11/6).

Capt. Pujo mengatakan saat ini 4 (empat) unit Kapal Patroli telah ditempatkan di lokasi TSS Selat Sunda untuk melaksanakan patroli rutin secara bargantian. “Dan nantinya kami juga akan segera menggeser Kapal Patroli KN. Trisula – P.111 milik Pangkalan PLP Tanjung Priok ke area selat Sunda untuk menambah kekuatan kapal-kapal patroli KPLP di TSS Selat Sunda,” ucapnya.

Ia menuturkan bahwa unsur-unsur kapal Negara Patroli yang sudah _standby_ dalam pengawasan dan pengamanan TSS Selat Sunda sejak bulan maret adalah KN. Alugara – P.114, KN. Celurit – P.203, KN. Cundrik – P.204, dan KN. Belati – P.205.

Adapun informasi terkait unsur-unsur Kapal Negara yang dilibatkan dalam patroli tersebut antara lain, KN. Trisula – P.111 memiliki jumlah crew 24 orang dengan Komandan Kapal Negara Capt. Eko Surya Hadi, KN. Alugara – P.114 dengan Komandan Kapal Capt. Ni Putu Cahyani Negara memiliki crew berjumlah 22 orang, KN. Celurit – P.203 dengan Komandan Kapal Luhut Simanullang dengan jumlah crew 19 orang, KN. Cundrik – P.204 dengan Komandan Kapal Novianto Budiawan dengan jumlah crew sebanyak 18 orang, dan KN. Belati – P.205 dengan Komandan Kapal Capt. Satria Aji Yudha dengan jumlah crew 21 orang.

“Kami juga menyiapkan SDM _Rescue_ Pangkalan PLP Kelas 1 Tanjung Priok yang terlibat dalam pengawasan dan pengamanan TSS Selat Sunda sebanyak 12 orang dan SDM Kapal Negara berjumlah 104 personil, dimana 4 (empat) orang diantaranya dengan SK Kemenkumham sebagai Penyidik tindak pidana Pelayaran,” tutur Capt. Pujo.

“Selain itu, peralatan pencegahan pencemaran _(Marine Pollution Equipment),_ _Oil Boom,_ _Skimmer,_ _Power Pack,_ dan _Oil Tank_ juga kami siapkan,” lanjut Dia.

Pada kesempatan yang sama, Capt. Pujo menjelaskan pola patroli yang dilakukan di TSS Selat Sunda yaitu dengan melakukan penertiban _Automatic Identification System_ (AIS) dan Sosialisasi Selat Sunda. 

“Pangkalan PLP Tanjung Priok juga telah mengadakan operasi mandiri terpadu terkait pemberlakuan AIS pada maret 2020 di Selat Sunda sehingga diharapkan saat pemberlakuan TSS Selat Sunda pada tanggal 1 Juli semua kapal-kapal sudah mematuhi regulasi-regulasi yang berlaku di perairan, khususnya di TSS Selat Sunda,” kata Dia.

Terakhir, tidak lupa dirinya menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan APD (Alat Pelindung Diri) untuk tim _Boarding._ “Sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 dalam menjalankan tugas, sebelum dilakukan kegiatan patroli bersama yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 27 Juni 2020 akan dilaksanakan _Rapid Test_ ke semua ABK Kapal Patroli,” tutup Capt. Pujo.

Reaksi dan Komentar