Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEMENHUB TINGKATKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN DI SEKITAR SELAT MALAKA DAN SELAT SINGAPURA

KEMENHUB TINGKATKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN DI SEKITAR SELAT MALAKA DAN SELAT SINGAPURAKEMENHUB TINGKATKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN DI SEKITAR SELAT MALAKA DAN SELAT SINGAPURA

​BATAM (15/6) - Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban dan Kantot Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang bersinergi dan bekerjasama meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura.

Hal ini dikatakan Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban, Capt. Handry  Sulfian saat melakukan koordinasi sekaligus kunjungan ke Vessel Traffic Services (VTS) Batam.

Menurut Capt Handry dalam setiap pelaksanaan patroli serta pengawasan dan penegakan hukum terhadap kapal-kapal yang bernavigasi di Selat Malaka dan Selat Singapura terutama di alur yang berdekatan dengan wilayah Indonesia, komunikasi yang baik dengan petugas Vessel Traffic Services (VTS) Batam sangat dibutuhkan. 

“Koordinasi dan komunikasi dengan petugas Vessel Traffic Services (VTS) Batam dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus (KSOP Khusus) Batam dan KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun sangat dibutuhkan guna menjalin sinergitas pelaksanaan keselamatan dan pengamanan di Selat Malaka dan Selat Singapura,” kata Capt Handry.

Menurut Capt. Handry, Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan salah satu jalur pelayaran yang strategis terutama dalam perdagangan di tiga negara yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia, sehingga keselamatan dan keamanannya harus dijaga sebaik mungkin.

Saat ini dalam rangka menjamin  keselamatan dan keamanan bagi kapal kapal yang berlayar di Selat Malaka dan Selat Singapura, Pangkalan  PLP Kelas II Tanjung Uban telah menyiapkan 3 (tiga) unit Kapal Patroli yaitu KN. Kalimasadha - P.115, KN.Sarotama - P.112 dan KN.Rantos - P.210. 

Menurut Capt. Handry beberapa wilayah perairan Selat Malaka dan Selat Singapura yang alurnya berada di perairan Negara Indonesia antara lain adalah Wilayah 1 di daerah perairan Tanjung Balai Karimun Radio VHF CH-62, Wilayah 2 di daerah perairan Batam Radio VHF CH-83 / CH-84 dan Wilayah 3 di daerah Perairan Berakit Radio VHF CH-67.   

“Jadi secara rutin kami terus mengawal keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura terutama wilayah yang berdekatan dengan wilayah Indonesia karena wilayah tersebut merupakan daerah Wilayah Kerja Pangkalan PLP Kls II Tanjung Uban,” tutup Capt Handry.

Reaksi dan Komentar