Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KEPALA KANTOR UPP KELAS II BABANG: PEKERJA DI DITJEN HUBLA WAJIB MILIKI JIWA ENTREPRENEURSHIP

KEPALA KANTOR UPP KELAS II BABANG: PEKERJA DI DITJEN HUBLA WAJIB MILIKI JIWA ENTREPRENEURSHIP

BABANG (24/10) - Sebagai orang yang bekerja di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, wajib memiliki jiwa entrepreneurship.

Hal ini ditekankan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang, Rosihan Gamtjim, kepada bawahannya.

Menurut Rosihan, selain tugas wajib dalam pelayanan pengguna pelabuhan, baik itu kapal, perusahaan pelayaran, agen dan sebagainya, pekerja di Ditjen Hubla wajib melakukan pembinaan terhadap perusahaan pelayaran, termasuk kapal dan muatannya.

"Tugas kita sangat besar, tidak hanya mengawasi kapal sandar dan kapal berangkat, setelah itu tugas selesai. Ini namanya tugas biasa-biasa saja," ujarnya.

Maka dari itu, ia menekankan kepada para pegawainya harus memiliki jiwa entrepreneur untuk semua pihak bekerja secara produktif untuk kemajuan kegiatan di pelabuhan.

Ia melihat beberapa pelabuhan yang telah dibangun, namun nyaris tak ada kapal yang masuk berlabuh. Ini menjadi tugas bersama kita, terutama Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) di pelabuhan tersebut untuk melakukan upaya agar pelabuhan itu ramai.

"Bagaimana caranya agar pelabuhan itu ramai? Kita harus mencari cara untuk memghidupkan pelabuhan. Maka dari itu, pentingnya jiwa entrepreneurship untuk mendorongnya," terangnya. (*)

Reaksi dan Komentar