Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KM. KENDHAGA NUSANTARA 6 SIAP LAYANI TRAYEK T-4 TOL LAUT DARI MAKASSAR

KM. KENDHAGA NUSANTARA 6 SIAP LAYANI TRAYEK T-4 TOL LAUT DARI MAKASSARKM. KENDHAGA NUSANTARA 6 SIAP LAYANI TRAYEK T-4 TOL LAUT DARI MAKASSARKM. KENDHAGA NUSANTARA 6 SIAP LAYANI TRAYEK T-4 TOL LAUT DARI MAKASSAR

​

MAKASSAR (2/3) - Satu unit kapal pendukung tol laut KM. Kendhaga Nusantara 6 resmi diserahterimakan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ke PT. ASDP di Pelabuhan Soekarno Makassar, hari ini (2/3).
WhatsApp Image 2019-03-02 at 17.22.45.jpeg
Penandatanganan berkas serah terima kapal oleh kedua belah pihak menandakan bahwa KM. Kendhaga Nusantara 6 siap dioperasikan untuk mendukung salah satu trayek tol laut (trayek T-4) yang akan melayani rute Makassar-Polewali-Belang-Belang-Sangatta-Nunukan/Sebatik-Makassar.

"Nantinya kapal ini akan dioperasikan dibawah mekanisme kewajiban pelayanan publik yang subsidinya dikelola oleh Ditjen Perhubungan Laut," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko di Makassar hari ini (2/3).

Wisnu mengungkapkan, sebagai operator trayek tol laut, PT. ASDP juga dapat memberi usulan titik-titik konektivitas lain yang dapat dimasuki kapal ASDP ataupun oleh minikontainer.

Selanjutnya, Pemerintah juga akan melakukan upaya peningkatan program-program konektivitas antarmoda sehingga tol laut tidak hanya dapat menjangkau dari port to port tetapi juga dapat menjangkau wilayah lebih dalam lagi (end to end) dengan melibatkan moda lain seperti moda darat, penyeberangan maupun udara.

"Untuk daerah-daerah yang tidak memiliki akses jalan yang memadai, kita akan bersinergi dengan angkutan perintis, penyeberangan maupun pelayaran rakyat untuk mendukung konektivitas tol laut," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan tol laut, Wisnu menambahkan, Pemerintah juga akan bekerjasama dengan LSM-LSM dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk bisa membeli barang-barang yang didatangkan dari pelabuhan pangkal untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.

"Kami mempersilahkan Bumdes untuk menjual barang dengan selisih harga tapi tidak boleh memberatkan masyarakat, yang terpenting Bumdes tidak merugi," kata Wisnu.
WhatsApp Image 2019-03-02 at 17.22.44.jpeg
Dalam kunjungan kerjanya ke Makassar tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut bersama tim dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar juga melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap moda transportasi kapal laut di Pelabuhan Soekarno Makassar.

Inspeksi dilakukan pada 2 (dua) unit kapal penumpang milik PT. Pelni yaitu KM. Lambelu dan KM. Ciremai.

"Kami sengaja melakukan peninjauan langsung ke kapal-kapal penumpang untuk mengetahui bagaimana kondisi fasilitas sarana dan prasarana kapal, pelayanan, keamanan serta kenyamanan penumpang," terang Wisnu.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan keselamatan pelayaran dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat khususnya di wilayah Makassar.


Reaksi dan Komentar