Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KM. KENDHAGA NUSANTARA 8 SIAP LAYANI TRAYEK T-11 TOL LAUT DARI SURABAYA

KM. KENDHAGA NUSANTARA 8 SIAP LAYANI TRAYEK T-11 TOL LAUT DARI SURABAYA

​

SURABAYA (18/5) - Satu unit kapal pendukung tol laut KM. Kendhaga Nusantara 8 resmi diserahterimakan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ke PT. Temas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Jumat (17/5).

Penandatanganan berkas serah terima kapal oleh kedua belah pihak menandakan bahwa KM. Kendhaga Nusantara 8 siap dioperasikan untuk mendukung salah satu trayek tol laut (trayek T-11) yang akan melayani rute pelabuhan Tanjung Perak - FakFak -Kalimana – Timika – Agats – Boven Digul – Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kapal KM. Kendhaga Nusantara 8 telah diberangkatkan dari pelabuhan pangkal Tanjung Perak menuju Fak-Fak semalam pukul 21.00 WIB dengan muatan 45 TEuS untuk  melayani kegiatan tol laut pada trayek  T. 11," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko di Surabaya, kemarin (17/5).
WhatsApp Image 2019-05-18 at 06.42.04.jpeg
Capt. Wisnu mengatakan bahwa dengan adanya kapal milik negara KM Kendhaga Nusantara 8 di pangkalan Tanjung Perak yang akan menyinggahi pelabuhan-pelabuhan di Papua diharapkan menjadi sarana dan prasarana bagi masyarakat wilayah Papua dan sekitarnya yang dapat dimanfaatkan untuk pengiriman kebutuhan masyarakat, kebutuhan pokok penting, hasil produksi Usaha Kecil Menengah (UKM), hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil perindustrian maupun hasil pertambangan.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu mengatakan bahwa dengan menggunakan kapal KM Kendhaga Nusantara 8 berkapasitas  100 TEuS yang dipangkalkan di pelabuhan Tanjung Perak  diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada stakeholder di wilayah Papua dengan kelebihan kapal dapat memuat muatan yang lebih banyak dibanding dengan menggunakan moda transportasi lainnya.

Selanjutnya, Pemerintah juga akan melakukan upaya peningkatan program-program konektivitas antarmoda sehingga tol laut tidak hanya dapat menjangkau dari port to port tetapi juga dapat menjangkau wilayah lebih dalam lagi (end to end) dengan melibatkan moda lain seperti moda darat, penyeberangan maupun udara.

"Untuk daerah-daerah yang tidak memiliki akses jalan yang memadai, kita akan bersinergi dengan angkutan perintis, penyeberangan maupun pelayaran rakyat untuk mendukung konektivitas tol laut," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan tol laut, Wisnu menambahkan, Pemerintah juga akan bekerjasama dengan LSM-LSM dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk bisa membeli barang-barang yang didatangkan dari pelabuhan pangkal untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.

"Kami mempersilahkan Bumdes untuk menjual barang dengan selisih harga tapi tidak boleh memberatkan masyarakat, yang terpenting Bumdes tidak merugi," tutup Wisnu.
WhatsApp Image 2019-05-18 at 06.42.45.jpeg
Acara serahterima kapal KM. Kendhaga Nusantara 8 tersebut turut disaksikan oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Kepala  Seksi Tramper dan Pelayaran Rakyat selaku PPK Penyelenggaraan Kewajiban Angkutan Publik di Laut dan para perwakilan dari Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya, Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, PT. TPS, operator PT. Temas dan PT Daya Radar Utama (DRU).


Reaksi dan Komentar