Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Beroperasi Setelah Pemeriksaan BKI dan Marine Inspector KSOP Malahayati

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Beroperasi Setelah Pemeriksaan BKI dan Marine Inspector KSOP Malahayati

Banda Aceh – KMP Aceh Hebat 2 kembali beroperasi melayani masyarakat pada lintasan penyeberangan Ulee Lheue–Balohan (Sabang) setelah melalui rangkaian pemeriksaan kelaikan dan keselamatan kapal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati, Capt. Amfami, mengatakan sebelumnya garis polisi (police line) pada KMP Aceh Hebat 2 telah resmi dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, kapal belum langsung dioperasikan karena masih harus menjalani pemeriksaan teknis guna memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.

“Police line sudah dibuka, namun kapal masih menjalani pemeriksaan sebelum diizinkan berlayar untuk memastikan kelaikan. Kita menunggu pemeriksaan dari BKI sebagai biro klasifikasi kapal,” ujar Amfami.

Pemeriksaan kemudian dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) bersama Tim Marine Inspector KSOP Kelas IV Malahayati pada tanggal 3–4 Juli 2026. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari prosedur untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut dan aman sebelum kembali melayani pengguna jasa.

Amfami menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada fungsi pompa hidrolik untuk menutup fire door di ruang mesin. Sistem tersebut merupakan salah satu komponen keselamatan yang berfungsi mencegah penyebaran api dari ruang mesin menuju ruangan lain apabila terjadi keadaan darurat kebakaran.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap fungsi pompa hidrolik untuk menutup fire door. Fire door ini berfungsi sebagai proteksi agar api dari ruang mesin tidak menyebar ke ruangan lainnya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi KMP Aceh Hebat 2 secara keseluruhan dinyatakan baik. Mesin kapal, sistem keselamatan, serta sistem pendukung lainnya dalam kondisi siap sehingga kapal dapat kembali dioperasikan.

Dengan kembalinya KMP Aceh Hebat 2, pelayanan transportasi penyeberangan lintasan Ulee Lheue–Balohan diharapkan semakin optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju Sabang.

“Semoga masyarakat bisa terlayani, itu tujuan kita bersama,” kata Capt. Amfami.

KSOP Kelas IV Malahayati menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.

penyeberangan Sabang KSOP Malahayati KMP Aceh Hebat 2 transportasi laut Aceh KMP Aceh Hebat 2 Beroperasi Kembali Kapal Aceh Hebat 2 Ulee Lheue Balohan Marine Inspector KSOP Malahayati Capt Amfami Balai Klasifikasi Indonesia BKI Kapal Ferry Sabang Pelabuhan Ulee Lheue Ditjen Perhubungan Laut. Pelabuhan Balohan Kelaiklautan Kapal Pemeriksaan Kapal Keselamatan Pelayaran

Reaksi dan Komentar