Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KOLABORASI DENGAN AMSA AUSTRALIA, KEMENHUB GELAR KAMPANYE PEMERIKSAAN KAPAL TERKONSENTRASI (CONCENTRATED INSPECTION CAMPAIGN/CIC)

KOLABORASI DENGAN AMSA AUSTRALIA, KEMENHUB GELAR KAMPANYE PEMERIKSAAN KAPAL TERKONSENTRASI  (CONCENTRATED INSPECTION CAMPAIGN/CIC)KOLABORASI DENGAN AMSA AUSTRALIA, KEMENHUB GELAR KAMPANYE PEMERIKSAAN KAPAL TERKONSENTRASI  (CONCENTRATED INSPECTION CAMPAIGN/CIC)

JAKARTA (31/8). Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menggelar implementasi kampanye pemeriksaan kapal terkonsentrasi atau (Concentrated Inspection Campaign/CIC) yang diikuti oleh Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing atau Port State Control Officer (PSCO). Kegiatan ini berkolaborasi dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA).

Direktur KPLP, Capt Mugen Sartoto dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepahaman antara Tokyo MoU dan Paris MoU terkait dengan peluncuran Concentrated Inspection Campaign (C.I.C) pada tahun 2022 ini.

“Kepatuhan terhadap aturan - aturan  terbaru sangatlah mutlak untuk dipahami dan dikuasai oleh PSCO, sebagai pedoman ketika melaksanakan tugas melakukan pemeriksaan kalaiklautan dan keamanan kapal asing yang masuk ke pelabuhan yang menjadi wilayah tangungjawabnya,” ujar Capt Mugen, di Jakarta.

Capt Mugen mengungkapkan fokus C.I.C tahun 2022 yakni kepatuhan terhadap Konvensi Internasional tentang standar latihan, sertifikasi dan dinas jaga untuk pelaut ( Standards of Training, Certification and Watchkeeping / STCW) yang menegaskan bahwa jumlah pelaut yang bertugas di atas kapal dan sertifikat yang dimiliki harus sesuai dengan konvensi dan S.T.C.W. serta persyaratan keselamatan yang berlaku sebagaimana ketentuan administrasi negara bendera.

Kemudian, semua awak kapal wajib memiliki sertifikat kesehatan serta sertifikat atau dispensasi yang sah sesuai dengan konvensi S.T.C.W. atau mampu memberikan bukti dokumen-dokumen permohonan untuk pengesahan yang telah diajukan kepada administrasi negara bendera kapal tersebut,  dan jadwal jaga serta jam istirahat harus sesuai dengan konvensi dan S.T.C.W.

“Itulah point- point penting kegiatan CIC untuk tahun 2022 ini dan implementasinya diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran pemilik, operator dan awak kapal tentang persyaratan khusus dalam konvensi dan STCW,” ungkap Capt Mugen.

Kampanye ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun dari Tokyo MoU dan  akan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai tanggal 1 september -  30 november 2022, berlaku untuk semua kapal asing dan dilakukan bersamaan dengan inspeksi PSC secara reguler.

Kepada para PSCO yang menjadi peserta, Capt Mugen berpesan untuk serba cepat mengadopsi semua peraturan yang diberlakukan diseluruh dunia serta segera memberikan respon terhadap ketidakpatuhan oleh kapal asing yang masuk ke Pelabuhan, maupun kapal indonesia yang akan melakukan pelayaran internasional.

“Sehingga diharapkan kapal-kapal berbendera Indonesia yang akan melakukan pelayaran internasional tidak lagi mengalami penahanan diluar negeri. Hal ini juga  merupakan implementasi dari Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut Nomor SE.8 tahun 2021 dan  sejalan dengan target Indonesia untuk mempertahankan kapal-kapal Indonesia tetap berada pada zona White List Tokyo MoU saat ini," tutup Capt Mugen.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri para pejabat struktural Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan expert from amsa, Mr. Tat Yeung and Mr. Bimo Suwarno.
 

Reaksi dan Komentar