Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KONTRIBUSI INDONESIA PADA ACARA INTERNASIONAL OUR OCEAN CONFERENCE 2019 DI NORWEGIA

KONTRIBUSI INDONESIA PADA ACARA INTERNASIONAL OUR OCEAN CONFERENCE 2019 DI NORWEGIA

​

OSLO (24/10) - Setelah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 Oktober 2018  lalu di Nusa Dua, Bali,  Indonesia kembali berkontribusi pada penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Oktober 2019 di Oslo, Norwegia.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku delegasi Indonesia, R. Sjarief Widjaja, pada pagelaran OOC 2019, (24/10).

Sjarief menyampaikan, progres pelaksanaan komitmen Indonesia pada periode tahun 2017 dan 2018 sebagian besar sudah diimplementasikan yang diantaranya adalah tercapainya target luasan kawasan konservasi sebesar 22.68 juta ha. Dengan implementasi komitmen Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya, menjadikan Indonesia diundang untuk menjadi narasumber di beberapa side event dengan tema terkait pemberantasan IUU Fishing, pengarusutamaan isu kelautan pada sidang UNFCCC, dan terkait pengelolaan kawasan konservasi perairan.

“Kehadiran Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan juga negara maritim yang memiliki luas lautan terbesar kedua di dunia tentunya menjadi sangat penting untuk ikut serta berperan aktif melaksanakan komitmen dan kebijakan di bidang kelautan dalam menjaga lautan dunia,” tambah Sjarief.
IMG-20191024-WA0176.jpg
Adapun pada OOC 2019 merupakan penyelenggaraan yang keenam, OOC pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 dan dilaksanakan setiap tahun hingga tahun 2018. OOC telah dilaksanakan di beberapa negara yaitu di USA sebanyak dua kali, Chile, Malta, dan terakhir di Indonesia yang telah menghasilkan 1.031 komitmen. 

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Agus Dermawan, selaku anggota Delegasi Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) akan menyelenggarakan Side Event pada tanggal 25 Oktober 2019 dengan tema “Enhancing Marine Sustainability through Cooperation, Conservation and Marine Debris Reduction”, sebagai showcase implementasi komitmen Indonesia untuk mencapai tujuan dari Our Ocean Conference itu sendiri yaitu untuk tercapainya kesehatan lautan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, KKP memberikan apresiasi kepada 10 pemuda terpilih yang berasal dari 6 propinsi untuk menjadi duta konservasi laut yang akan menyuarakan pentingnya menjaga lautan untuk masa depan bumi ini.

Pada tahun ini, Indonesia menyampaikan 3 komitmen yaitu (1) Pencadangan 700.000 hektar Kawasan Konservasi Perairan pada tahun 2020 dan mengalokasikan dana sebesar USD 6,68 juta untuk membentuk Kawasan Konservasi Perairan baru dan meningkatkan efektivitas pengelolaannya, (2) melaksanakan stock assessment untuk sumber daya perairan darat dan mengalokasikan dana sebesar USD 300,000 di tahun 2020 untuk pelaksanaan stock assessment ini, dan (3) memperpanjang proyek "Peningkatan Sistem Peramalan Lautan untuk Mendukung Pengurangan Risiko Bencana Maritim" pada 2019-2024 dengan USD 121 Juta USD dari anggaran nasional. 
IMG-20191024-WA0174.jpg
Adapun delegasi Indonesia pada kegiatan OOC 2019 dipimpin oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, R. Sjarief Widjaja dengan anggota delegasi diantaranya adalah dari BMKG, Dwi Budi Sutrisno, dari Koordinator Staf Khusus Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal Mas Achmad Santosa, Januar Dwi Putra, Stephanie PR, Juwana dan unsur dari Kementerian Luar Negeri, Todung Mulya Lubis dan Anggarini Sesotyonigtyas, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Dermawan, Toni Ruchimat, Sapta Putra Ginting, Ade Wiguna, Nur Yasin dan Imam Fitrianto, sedangkan dari Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut, Yan Prastomo Ardi dan Wisnu Wardana, Sekretariat Negara Mukhammad Fahrurozi dan Sekretariat Kabinet, Diana Irawati.


Reaksi dan Komentar