Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KPLP KEMENHUB BERHASIL SELAMATKAN 19 AWAK KAPAL MV FELYA YANG TERDAMPAR DI UJUNG KULON

KPLP KEMENHUB BERHASIL SELAMATKAN 19 AWAK KAPAL MV FELYA YANG TERDAMPAR DI UJUNG KULONKPLP KEMENHUB BERHASIL SELAMATKAN 19 AWAK KAPAL MV FELYA YANG TERDAMPAR DI UJUNG KULONKPLP KEMENHUB BERHASIL SELAMATKAN 19 AWAK KAPAL MV FELYA YANG TERDAMPAR DI UJUNG KULONKPLP KEMENHUB BERHASIL SELAMATKAN 19 AWAK KAPAL MV FELYA YANG TERDAMPAR DI UJUNG KULON

*BANTEN (7/12)* - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, berhasil melaksanakan operasi penyelamatan terhadap 19 awak kapal MV FELYA yang terdampar di Pantai Ujung Kulon, wilayah Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Labuan, Provinsi Banten.

 

MV FELYA nerupakan kapal kargo milik PT. Anugrah Makmur Sejahtera dengan bobot 6.306 GT dan IMO No.8506000 yang di Nahkodai Gustaf Sumolang pada posisi 06.51.46 S / 105.30.23 E mengalami kerusakan pada baling-baling dan seal mesin dalam pelayaran dari Dumai menuju Tersus Semen Merah Putih, Bayah, Lebak, Banten, Kerusakan tersebut mengakibatkan kapal mengalami kebocoran dan kehilangan kendali pada saat cuaca ekstrim, sehingga terdampar dan kandas di perairan dangkal. Menyikapi laporan tersebut, Tim SAR dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.

 

"Kondisi cuaca yang buruk dan ekstrim dengan gelombang tinggi semakin menyulitkan proses evakuasi. Namun, berkat kesigapan tim SAR Pangkalan PLP Tg.Priok dan dukungan dari tim kapal patroli Pangkalan PLP Tg.Priok, Kantor UPP Kelas III Labuan dan masyarakat setempat, seluruh ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke tempat yang aman," ujar Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Triono.

 

Triono mengungkapkan ketika tim tiba di lokasi, para awak kapal ditemukan dalam kondisi sangat lemah akibat kehabisan bekal makanan dan hanya mengenakan pakaian basah karena hujan. Tim langsung mengambil tindakan cepat dengan memberikan bantuan berupa makanan, minuman, dan pakaian darurat berupa seragam KPLP.

 

Selain memberikan bantuan darurat, nakhoda kapal MV FELYA telah membuat Laporan Kecelakaan Kapal (LKK) dan berkoordinasi dengan UPP Labuan untuk langkah penanganan lebih lanjut. Karena kondisi fisik para awak dan akses jalan yang cukup sulit, tim bersama awak kapal memutuskan untuk bermalam di Kampung Cegok, Desa Rancapinang.

 

“Keesokan harinya, tim kami melanjutkan perjalanan bersama para awak menuju kapal patroli yang telah bersiaga di Bojonegara, Banten. Selama proses ini, kami terus berkoordinasi dengan agen terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran evakuasi,” tambah Triono.

Operasi penyelamatan ini merupakan bukti nyata komitmen Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dalam melaksanakan tugas penjagaan, pengamanan, dan penyelamatan di laut. Triono juga mengapresiasi dedikasi tim SAR yang bergerak cepat dan sigap di lapangan.

 

“Alhamdulillah, seluruh awak kapal dapat diselamatkan dalam kondisi selamat dan menerima penanganan awal yang memadai. Operasi ini menjadi wujud nyata dari dedikasi kami untuk melindungi keselamatan di perairan Indonesia,” tutup Triono.

 

Gustaf Sumolang, selaku nahkoda kapal dan salah satu ABK yang berhasil dievakuasi, mengungkapkan rasa syukurnya. "Kami sangat berterima kasih kepada tim penyelamat Pangkalan PLP Tg.Priok yang telah bekerja keras menyelamatkan kami semua ABK dan sudah memberikan pakaian dan makanan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada mereka," ujarnya.

 

Selain kerusakan pada baling-baling dan seal mesin, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kapal telah kandas dipantai daratan dan saat ini tim sedang melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan langkah-langkah penyelamatan kapal.

 

Hingga pagi ini Sabtu 7 Desember 2024 pukul 07.30 Wib ABK Kapal tersebut dalam proses perjalanan evakuasi ke kapal patroli KN.Trisula-P.111 di Bojonegara Banten untuk penanganan medis selanjutnya.

 

Pada kesempatan tersebut Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priyadi, memerintahkan Kepala Pangkalan PLP Tg.Priok Triono, untuk terus melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap kapal MV.Felya dan merespon cepat setiap potensi gangguan kelancaran transportasi laut lain diwilayah operasi yang menjadi tanggung jawabnya.

 

Melalui keberhasilan ini, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas, khususnya di bidang penjagaan laut dan pantai.(SKY/JOE/AK)

Reaksi dan Komentar