Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KSOP Garongkong Imbau Pelaut Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Kondisi Kabut dan Asap, Keselamatan Pelayaran Harus Diutamakan

KSOP Garongkong Imbau Pelaut Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Kondisi Kabut dan Asap, Keselamatan Pelayaran Harus DiutamakanKSOP Garongkong Imbau Pelaut Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Kondisi Kabut dan Asap, Keselamatan Pelayaran Harus DiutamakanKSOP Garongkong Imbau Pelaut Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Kondisi Kabut dan Asap, Keselamatan Pelayaran Harus DiutamakanKSOP Garongkong Imbau Pelaut Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Kondisi Kabut dan Asap, Keselamatan Pelayaran Harus Diutamakan

Barru (13/10) Kondisi cuaca di wilayah Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Garongkong belakangan ini kerap diwarnai kabut dan kondisi udara yang tampak berkabut atau berasap. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.

Kabut dan asap yang menyelimuti wilayah perairan dapat menyulitkan nakhoda dan awak kapal dalam mengidentifikasi kapal lain, garis pantai, maupun objek di sekitar jalur pelayaran. Keterbatasan jarak pandang juga dapat meningkatkan risiko tubrukan, terutama saat kapal melakukan olah gerak di sekitar pelabuhan maupun ketika melintasi jalur pelayaran yang ramai.

Menyikapi kondisi tersebut, KSOP Kelas IV Garongkong mengimbau para nakhoda, operator kapal, nelayan, dan seluruh pengguna jasa transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi perairan sebelum maupun selama melakukan pelayaran.

Para nakhoda dan operator kapal diminta memastikan kesiapan kapal dan perlengkapan keselamatan, menjaga kecepatan aman, serta meningkatkan pengamatan terhadap situasi di sekitar kapal. Penggunaan peralatan navigasi, termasuk radar dan Automatic Identification System (AIS), perlu dipastikan berfungsi dan dioperasikan sesuai ketentuan yang berlaku. AIS membantu memberikan informasi identitas dan posisi kapal yang dilengkapi serta mengoperasikannya, tetapi tidak menggantikan pengamatan visual, penggunaan radar apabila tersedia, maupun kewajiban nakhoda untuk menghindari tubrukan.

Selain itu, komunikasi antara kapal dan petugas terkait harus senantiasa dijaga. Nakhoda dan operator kapal diimbau untuk berkoordinasi dengan petugas KSOP Garongkong atau Syahbandar guna memperoleh informasi dan arahan keselamatan pelayaran, terutama ketika menghadapi kondisi kabut atau asap yang membatasi jarak pandang.

Apabila kabut atau asap semakin tebal sehingga jarak pandang terbatas dan pelayaran dinilai tidak aman, nakhoda dan operator kapal diimbau untuk menunda keberangkatan serta tidak memaksakan pelayaran sampai kondisi memungkinkan dan arahan petugas yang berwenang telah diperoleh. Bagi kapal yang sedang berlayar, nakhoda harus menerapkan langkah pencegahan sesuai prosedur keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat pesisir dan nelayan pengguna perahu kecil agar tidak melaut apabila kondisi tidak memungkinkan, selalu menggunakan jaket penolong (life jacket), serta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

KSOP Kelas IV Garongkong menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran. Kewaspadaan, kesiapan peralatan navigasi, komunikasi yang baik, dan kepatuhan terhadap arahan petugas merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Jangan memaksakan pelayaran ketika jarak pandang terbatas. Pantau kondisi cuaca, optimalkan penggunaan peralatan navigasi sesuai ketentuan, jaga komunikasi dengan petugas, dan utamakan keselamatan. Lebih baik menunda keberangkatan daripada mempertaruhkan keselamatan jiwa di laut.

CI

Keselamatan Pelayaran kabut asap

Reaksi dan Komentar