Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KSOP KUMAI LANJUTKAN PENCARIAN SATU ORANG KORBAN MUSIBAH TENGGELAMNYA PERAHU KLOTOK DI PERAIRAN TANJUNG

KSOP KUMAI LANJUTKAN PENCARIAN SATU ORANG KORBAN MUSIBAH TENGGELAMNYA PERAHU KLOTOK DI PERAIRAN TANJUNG

​KUMAI (1/4) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah bersama potensi SAR lainnya melanjutkan pencarian seorang nelayan bernama Mahlan Bin Arifin (67) yang mengalami musibah perahu klotoknya tenggelam saat mencari ikan di perairan Tanjung Rema, Kuala Kumai, Desa Kubu, Kecamatan Kumai pada Minggu (31/3) pukul 14.30 WITA.

"Korban Mahlan Bin Arifin masih belum diketemukan dan hari ini pencarian dilanjutkan," kata Kepala KSOP Kumai Capt. Wahyu Prihanto, Senin (1/4).

Capt. Wahyu menjelaskan, berdasarkan penuturan saksi mata pada saat kejadian, Wahid Bin Kasim (54), pada hari Minggu, 31 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WITA,  ia sedang mencari ikan di Tanjung Rema Kuala Kumai Desa Kubu Kec. Kumai. Wahid kemudian menemukan sebuah perahu klotok dengan keadaan tenggelam yang diduga milik Mahlan.
WhatsApp Image 2019-04-01 at 06.00.17.jpeg
Kemudian saksi kembali dan memberi tahu keluarga Korban yang selanjutnya dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dan dibantu Tim SAR yang terdiri dari KSOP Kumai, Polair Polda Kobar, Polair Polres Kumai, Polsek dan KP3 Kumai, Basarnas, BPBD Kobar, dan masyarakat nelayan setempat. Adapun tim KSOP Kumai telah menunjuk Marjuki sebagai koordinator lapangan untuk pencarian korban dimaksud.

"Begitu mendapatkan laporan dari saksi, kami langsung melaporkan ke pusat dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan potensi SAR di Kumai untuk melakukan pencarian korban," kata Capt. Wahyu.

Dalam pencarian SAR gabungan tersebut, sampai kemarin sore (31/3) korban tenggelam masih belum di ketemukan. Kondisi cuaca pada saat kejadian berawan cenderung hujan dengan ketinggian ombak sedang.

"Pagi ini pencarian korban akan dilanjutkan sedangkan perahu klotok yang tenggelam sudah ditarik ke tepi daerah Kubu, Kumai," kata Capt. Wahyu. 

Capt. Wahyu juga mengingatkan kembali agar perahu-perahu klotok yang akan mencari ikan untuk selalu memperhatikan faktor cuaca dan memastikan standar alat keselamatan pelayaran minimal telah dilengkapi dan dimiliki sebelum berlayar.

"Sekali lagi, kami mengingatkan agar para nelayan yang akan berlayar mencari ikan untuk selalu memperhatikan cuaca dan memiliki alat keselamatan minimal seperti life jacket. Keselamatan pelayaran merupakan prioritas dan tanggung jawab bersama termasuk para nelayan," tutup Capt. Wahyu.


Reaksi dan Komentar