Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

"KSOP Malahayati Bersama Tim Gabungan Evakuasi Kru Kapal Asing MV. King Win di Perairan Banda Aceh Akibat Tangan Terjepit Palka"

"KSOP Malahayati Bersama Tim Gabungan Evakuasi Kru Kapal Asing MV. King Win di Perairan Banda Aceh Akibat Tangan Terjepit Palka"

BANDA ACEH — Tim gabungan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati bersama Basarnas Banda Aceh dan instansi terkait melakukan evakuasi medis (medical evacuation/medevac) terhadap seorang kru kapal kargo asing di perairan Aceh, Minggu (11/10/2026).

Kru yang dievakuasi diketahui bernama Ma Haobo (54), seorang warga negara China yang bertugas sebagai Bosun (kepala kerja geladak) di kapal MV. King Win berbendera Majuro. Kapal tersebut sedang dalam pelayaran dari Safaga, Mesir, menuju Singapura.

Kepala Kantor KSOP Malahayati, Capt. Amfami, S.H., M.M., M.Mar, menyampaikan bahwa tindakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait kecelakaan kerja yang dialami oleh korban di tengah perairan.

"Korban mengalami cedera serius pada pergelangan tangan sebelah kanan akibat terjepit hatch cover (penutup palka). Melihat kondisinya, korban membutuhkan penanganan medis segera dan lebih lanjut di darat," ujar Capt. Amfami dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Proses evakuasi berlangsung sekitar 5 nautikal mil dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, dengan melibatkan KN. SAR KRESNA milik Basarnas Aceh, tim medis Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan (BKKP) Ulee Lheue, Petugas Imigrasi, serta agen pelayaran PT. Bintang Laut Meuraxa.

Kronologi Evakuasi Penyelamatan

Aksi penyelamatan dimulai pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB ketika KN. SAR KRESNA bertolak dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju titik koordinat kapal MV. King Win. Sekitar pukul 08.35 WIB, kapal SAR berhasil bersandar di sisi kanan MV. King Win.

Selanjutnya, pada pukul 08.40 WIB, tim medis BKKP bersama tim Rescue Basarnas, agen, dan petugas KSOP naik ke atas kapal untuk memeriksa kondisi fisik korban sebelum memindahkannya ke kapal evakuasi.

Pukul 08.55 WIB, korban berhasil dipindahkan dengan aman ke atas KN. SAR KRESNA. Setelah seluruh tim selesai melakukan proses disembarkation, KN. SAR KRESNA langsung melepas tali (cast off) pada pukul 09.00 WIB untuk kembali ke dermaga.

Kapal penyelamat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue tepat pada pukul 10.00 WIB. Korban kemudian langsung dipindahkan ke ambulans yang telah bersiaga di dermaga pada pukul 10.05 WIB untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Reaksi dan Komentar