Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KSOP MARUNDA DAN PT. PELABUHAN TEGAR INDONESIA TEKEN KONSESI PENGELOLAAN TERMINAL MARUNDA CENTER

KSOP MARUNDA DAN PT. PELABUHAN TEGAR INDONESIA TEKEN KONSESI PENGELOLAAN TERMINAL MARUNDA CENTER

​JAKARTA - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pada hari ini (24/5/2017) melakukan penandatanganan Perjanjian Konsesi pengelolaan Terminal Marunda Center, di Kawasan Industri Marunda Center, Bekasi, menjadi Terminal Umum dengan PT Pelabuhan Tegar Indonesia (PTI) yang merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Tanda tangan dilakukan oleh Kepala Kantor KSOP Marunda, Anggit Douglas Silitonga, M.Mtr  dengan Direktur Utama PT. Pelabuhan Tegar Indonesia            (PT. PTI) Dhrubajyoti dengan disaksikan para Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.


Terminal Marunda Center (TMC) merupakan terminal serba guna yang melayani beberapa jenis kargo diantaranya curah cair, kargo curah kering, kargo umum, dan RoRo.


Menurut Dirjen Perhubungan Laut, A Tonny Budiono, posisi Terminal Marunda Center (TMC) yang hanya sembilan kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok itu, diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan dan menjadi akses pintu gerbang kawasan industri di wilayah Bekasi, Cibitung, Cikarang, Kerawang.


"TMC memiliki peran penting dalam mengurangi kepadatan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama dan pendukung tol laut," ujar Dirjen Tonny.


Direktur Utama PTI Dhrubajyoti mengemukakan, keselamatan, produktifitas penanganan barang, dan pendekatan berbasis pelanggan menjadi fokus utama dalam melayani.


"Kami secara terus menerus berusaha untuk menawarkan usulan kepada pelanggan agar senantiasa memberikan dukungan sebagai kontribusi positif terhadap sektor logistik menjadi lebih efisien dan efektif," tuturnya.


Dirjen Tonny menambahkan, TMC memiliki dua terminal 1A dan 1B. Terminal 1A telah dioperasikan sejak 2014. Memiliki panjang dermaga 600 m, kedalaman kolam pelabuhan 6,5 LWS, dan mampu melayani sandar kapal hingga berkapasitas 10.000 DWT.





"Terminal 1B saat ini sedang dalam proses finalisasi pembangunan dan ditargetkan rampung pada kuartal 3 tahun ini. Nantinya Terminal 1B ini mampu melayani sandar kapal sampai dengan ukuran 40.000 DWT," kata Dirjen Tonny.

Terminal ini juga telah mengantongi sertifikat Internasional Ship and Port Facility Security (ISPS).

"Diharapkan dengan dukungan pengelolaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP), maka operasional pelabuhan TMC dapat terus berkembang pesat dan mendukung peningkatan perekonomian di Tanah Air," pungkas Dirjen Tonny.


Reaksi dan Komentar