Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang menyatakan kesiapannya dalam menghadapi arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan transportasi laut selama periode Lebaran 2026.
Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar, mengatakan posko angkutan Lebaran akan dilaksanakan sesuai dengan instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Posko tersebut dijadwalkan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
“Pelaksanaan posko angkutan Lebaran dimulai sekitar H-8 hingga H+8 Idulfitri, atau sekitar tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026,” kata Febrianto Dian Iskandar, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah menggelar sejumlah rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di pelabuhan. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan armada, sarana dan prasarana, serta fasilitas pelabuhan di wilayah Tanjungpinang.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan terkait kesiapan armada dan fasilitas di Terminal Sri Bintan Pura serta Pelabuhan RoRo Dompak,” ujarnya.
Dalam menghadapi arus mudik tahun ini, KSOP juga memastikan ketersediaan armada untuk melayani kebutuhan penumpang. Sebanyak 42 armada disiapkan untuk melayani rute domestik maupun internasional, ditambah lima armada cadangan.
“Kami menyiapkan sekitar 42 armada yang siaga serta lima armada cadangan untuk melayani trayek domestik maupun internasional,” katanya.
Selain itu, KSOP telah melakukan uji petik terhadap sejumlah kapal sejak Februari 2026. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kapal yang beroperasi memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.
“Uji petik kapal sudah kami lakukan sejak Februari. Sekitar delapan armada telah menjalani uji petik,” ujarnya.
Febrianto mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Hal ini dipengaruhi oleh dimulainya masa libur sekolah serta kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.
“Kami perkirakan puncak arus mudik terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026 karena bertepatan dengan awal libur sekolah dan kebijakan WFA,” ucapnya.
Sementara itu, arus balik diprediksi terjadi sekitar 29 Maret 2026. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut melalui pelabuhan di Tanjungpinang diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Diperkirakan terjadi kenaikan sekitar 1,9 persen dengan total sekitar 166 ribu penumpang yang berangkat maupun datang melalui pelabuhan di Tanjungpinang,” katanya.


Reaksi dan Komentar