Makassar — Selasa (10/3/2026) Dalam rangka memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar melaksanakan kegiatan studi tiru ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sulawesi Selatan.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha KSOP Utama Makassar Hasanuddin bersama Tim Pembangunan ZI WBBM. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BBPOM Sulawesi Selatan Yosef Dwi Irwan beserta jajaran di kantor BBPOM Sulsel, Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik (best practice) dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBBM yang telah diterapkan di lingkungan BBPOM Sulawesi Selatan. Melalui studi tiru ini, KSOP Utama Makassar berupaya memperkuat strategi peningkatan kualitas tata kelola organisasi, inovasi pelayanan publik, serta penguatan budaya kerja yang berorientasi pada integritas dan pelayanan.
Dalam sesi pemaparan, pihak BBPOM Sulawesi Selatan memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu di antaranya adalah inovasi MANTAPPOL (Pelayanan Terpadu Menjangkau Kota hingga Pelosok) Sulsel, yang menghadirkan layanan pengawasan obat dan makanan secara langsung hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Sulawesi Selatan.
Selain itu, terdapat pula inovasi PEDANG PUANG BASOK, sebuah program pendampingan bagi pelaku UMKM dalam memastikan produk pangan yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan mutu. Inovasi ini menjadi bentuk dukungan BBPOM dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen.
BBPOM Sulsel juga mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital melalui inovasi SEPPULO (Sistem Pelayanan Publik Online) yang mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan secara cepat dan transparan. Dukungan teknologi informasi juga diwujudkan melalui Aplikasi SAPPAI V.2.0, yang menjadi salah satu sarana penguatan pelayanan internal dan eksternal.
Tidak hanya pada aspek pelayanan publik, BBPOM Sulawesi Selatan juga memperkuat budaya kerja organisasi melalui program manajemen perubahan Ayah Ramah, yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan humanis. Selain itu, terdapat inovasi SMILE (Sistem Manajemen Informasi Lembur) untuk pengelolaan lembur pegawai secara transparan dan akuntabel, serta SIIKMA (Sistem Informasi Izin Keluar Masuk) yang mendukung tertib administrasi pergerakan pegawai.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh BBPOM Sulawesi Selatan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi KSOP Utama Makassar dalam memperkuat implementasi pembangunan Zona Integritas menuju WBBM, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.


Reaksi dan Komentar