Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KSOP Utama Tanjung Priok Dorong Implementasi Dual Move Operation untuk Tingkatkan Efisiensi Pelayanan Pelabuhan

KSOP Utama Tanjung Priok Dorong Implementasi Dual Move Operation untuk Tingkatkan Efisiensi Pelayanan Pelabuhan

Jakarta, 24 Agustus 2026 — Peningkatan efisiensi pelayanan pelabuhan tidak hanya bergantung pada penerapan teknologi dan ketersediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan proses yang efektif serta kolaborasi seluruh pihak dalam ekosistem kepelabuhanan. Setiap inovasi perlu diimplementasikan secara seimbang dengan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan tersebut, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menyelenggarakan Coffee Morning Sosialisasi Dual Move Operation yang melibatkan stakeholder dan asosiasi di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, M.M., SM Komersial Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Chandra Irawan, serta Direktur Operasional dan Teknik JICT, Doni Budiono.

Dual Move Operation merupakan inovasi pelayanan yang mengintegrasikan kegiatan delivery peti kemas ekspor dan pengambilan peti kemas impor dalam satu rangkaian kunjungan kendaraan. Pelaksanaan skema tersebut tetap memperhatikan persyaratan transaksi dan ketentuan operasional yang berlaku.

Penerapan Dual Move Operation diharapkan dapat mengoptimalkan pergerakan kendaraan dan barang di terminal. Dengan mengintegrasikan dua aktivitas dalam satu kunjungan, skema tersebut berpotensi mengurangi perjalanan kendaraan yang tidak produktif sekaligus mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas pelayanan kepelabuhanan.

Dalam kesempatan tersebut, KSOP Utama Tanjung Priok mendorong agar implementasi Dual Move Operation dilaksanakan secara konsisten dan dievaluasi secara berkala berdasarkan data serta indikator kinerja yang terukur. Komunikasi dan sosialisasi kepada pengguna jasa juga perlu terus diperkuat agar penerapan inovasi dapat dipahami dan dilaksanakan secara optimal oleh seluruh pihak terkait.

Kolaborasi antara operator terminal, pengguna jasa, perusahaan trucking, asosiasi, serta stakeholder lainnya menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan Dual Move Operation. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan peningkatan efisiensi tetap berjalan sejalan dengan penerapan aspek keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Melalui kolaborasi dan perbaikan yang berkelanjutan, Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas layanan sekaligus mendukung kelancaran arus barang dan kendaraan. Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat daya saing logistik nasional.

Inovasi dalam pelayanan pelabuhan pada akhirnya bukan hanya tentang mempercepat proses, tetapi juga memastikan setiap perubahan mampu menciptakan layanan yang lebih aman, tertib, efisien, dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jasa.

Reaksi dan Komentar