Jakarta – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok menyelenggarakan Rapat Pembahasan Distribusi Peti Kemas dari Perusahaan Pelayaran ke Depo Peti Kemas pada hari Senin (13/7) di Ruang VIP Kantor KSOP Utama Tanjung Priok. Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi peti kemas serta mendukung efektivitas arus logistik nasional.
Rapat dipimpin oleh Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, dan diikuti oleh perwakilan regulator, operator terminal, badan usaha pelabuhan, asosiasi pelayaran, pengelola depo peti kemas, serta perusahaan pelayaran internasional (Main Line Operator/MLO). Forum ini menjadi wadah untuk membahas berbagai tantangan operasional sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kelancaran distribusi peti kemas, khususnya peti kemas kosong (empty container).
Dalam pembahasan disampaikan bahwa peningkatan volume peti kemas impor di Pelabuhan Tanjung Priok mencerminkan pertumbuhan aktivitas perdagangan dan perekonomian nasional. Di sisi lain, kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan ruang penumpukan peti kemas kosong di depo sehingga diperlukan pengelolaan distribusi yang lebih terencana, efektif, dan terkoordinasi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, para pemangku kepentingan telah mengimplementasikan berbagai langkah strategis, di antaranya pemantauan kapasitas depo melalui indikator Yard Occupancy Ratio (YOR) secara real-time, penyampaian informasi kapasitas depo kepada pengguna jasa, pengalokasian slot penempatan peti kemas, penguatan kerja sama antar-depo, serta optimalisasi pemanfaatan pelabuhan alternatif, termasuk Pelabuhan Patimban, sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran distribusi peti kemas.
Rapat juga menghasilkan sejumlah kesepakatan sebagai tindak lanjut bersama. Beberapa di antaranya meliputi penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi peti kemas yang diusulkan oleh Indonesian National Shipowners' Association (INSA), percepatan proses Pindah Lokasi Penimbunan (PLP), optimalisasi flow out peti kemas dari terminal menuju depo, serta penjajakan pemanfaatan teknologi satelit untuk mendukung pemantauan pergerakan lalu lintas logistik secara real-time.
Melalui forum tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian berbagai tantangan operasional melalui pendekatan pembinaan, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi peti kemas tanpa menghambat aktivitas logistik maupun perdagangan nasional.
Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan distribusi peti kemas tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan komitmen dan kerja sama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan.
Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, KSOP Utama Tanjung Priok berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan tata kelola distribusi peti kemas, sehingga tercipta sistem logistik pelabuhan yang semakin efektif, efisien, adaptif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.


Reaksi dan Komentar