Jakarta – Dalam rangka meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keterpaduan pelayanan kapal di pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok melaksanakan Rapat Pembahasan Alur dan Mekanisme Proses Bisnis Laporan Kedatangan dan Keberangkatan Kapal (LK3) serta Integrasi Data Antarinstansi/Unit Terkait pada hari Rabu (22/7) bertempat di Ruang VIP Kantor KSOP Utama Tanjung Priok.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya sinkronisasi dan penyelarasan alur Proses Bisnis (Probis) LK3 guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kapal melalui mekanisme kerja yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis digital. Forum pembahasan tersebut melibatkan para pemangku kepentingan terkait untuk menyamakan pemahaman terhadap alur proses pelayanan serta memastikan keterhubungan data antarinstansi berjalan secara optimal.
Salah satu fokus utama dalam pembahasan adalah penguatan implementasi Inaportnet sebagai sistem layanan digital kepelabuhanan yang mendukung integrasi pelayanan kapal dan barang. Melalui integrasi sistem informasi antarinstansi di pelabuhan, proses penyampaian data dan pertukaran informasi dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan transparan.
Dalam pelaksanaan rapat, para peserta melakukan pembahasan terhadap mekanisme proses bisnis LK3, identifikasi kendala operasional, serta penyempurnaan pola koordinasi antarunit terkait. Optimalisasi pertukaran data secara real time diharapkan mampu mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kapal serta meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan oleh pihak terkait.
Sinkronisasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital di sektor kepelabuhanan melalui penerapan standar pelayanan yang seragam dan terintegrasi. Dengan adanya kesamaan pemahaman antarinstansi, pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan efisien.
Melalui kegiatan tersebut, KSOP Utama Tanjung Priok bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional. Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kepelabuhanan, langkah ini juga mendukung implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi, efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Reaksi dan Komentar