Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

KSOP Waingapu dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Keselamatan Operasional Kapal melalui Kerja Sama Layanan Tunda di TUKS Fuel Terminal Waingapu

KSOP Waingapu dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Keselamatan Operasional Kapal melalui Kerja Sama Layanan Tunda di TUKS Fuel Terminal Waingapu

Waingapu, 18 September 2026 – Dalam upaya memperkuat keselamatan, keamanan, dan ketertiban operasional kapal di wilayah kerja Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Fuel Terminal Waingapu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu bersama PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Waingapu melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelayanan jasa tunda kapal, Jumat (18/9/2026).

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama mengenai pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di TUKS Fuel Terminal Waingapu yang saat ini belum ditetapkan sebagai perairan wajib pandu maupun perairan pandu luar biasa.

Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Dr. Fadly Afand Djafar, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama pelayanan jasa tunda merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan ketertiban operasional kapal di wilayah kerja TUKS Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Waingapu.

“Layanan tunda merupakan bagian penting dalam mendukung olah gerak kapal, baik saat kapal masuk, sandar maupun keluar dari area perairan TUKS. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara tertib, terukur, dan memenuhi ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku,” ujar Fadly.

Menurutnya, pelaksanaan kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya penataan dan optimalisasi pemanfaatan jasa kepelabuhanan yang menjadi objek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam wilayah kerja KSOP Kelas IV Waingapu.

KSOP Waingapu, lanjut Fadly, terus mendorong continuous improvement dalam penyelenggaraan pelayanan kepelabuhanan, tidak hanya dari aspek keselamatan dan keamanan pelayaran, tetapi juga dalam memastikan potensi PNBP sektor transportasi laut dapat dikelola secara optimal, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja KSOP Waingapu dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, yaitu keselamatan yang terjamin, pelayanan yang semakin baik, serta penerimaan negara yang dapat dikelola secara optimal sesuai ketentuan,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Fuel Terminal Waingapu, Ekwan Nursanto, menyampaikan bahwa keberadaan operasional kapal tunda (tugboat) di area dermaga TUKS Pertamina Waingapu diharapkan dapat meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan dalam proses kapal melakukan sandar maupun lepas, khususnya dalam mendukung manuver kapal tanker pada saat kegiatan bongkar muat bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Ekwan, tugboat memiliki peran penting dalam menjaga asset integrity dan keandalan fasilitas dermaga dengan membantu memastikan proses manuver kapal berlangsung lebih terkendali serta meminimalkan risiko terhadap kapal, fasilitas dermaga, maupun sarana pendukung lainnya.

Selain mendukung aspek keselamatan, keberadaan tugboat juga diharapkan dapat memperkuat kelancaran dan kesinambungan operasional penerimaan BBM di Fuel Terminal Waingapu. Proses sandar dan lepas kapal yang lebih aman dan terkendali diharapkan dapat mendukung efisiensi waktu operasional kapal sehingga kontinuitas pasokan dan ketahanan stok BBM tetap terjaga.

Ekwan menambahkan, keberadaan tugboat di TUKS Pertamina Waingapu merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan operasional terminal, keselamatan kegiatan kepelabuhanan, perlindungan aset, serta keberlangsungan pasokan BBM dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Pulau Sumba.

Kerja sama antara KSOP Kelas IV Waingapu dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Waingapu tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan kegiatan kepelabuhanan yang selamat, aman, tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Humas KSOP Kelas IV Waingapu
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut – Kementerian Perhubungan RI

KSOP Kelas IV Waingapu waingapu Pelabuhan Waingapu

Reaksi dan Komentar