Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

LAKUKAN SURVEY HIDRO-OSEANOGRAFI, KEMENHUB SEGERA TETAPKAN ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN GARONGKONG

LAKUKAN SURVEY HIDRO-OSEANOGRAFI, KEMENHUB SEGERA TETAPKAN ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN GARONGKONGLAKUKAN SURVEY HIDRO-OSEANOGRAFI, KEMENHUB SEGERA TETAPKAN ALUR PELAYARAN MASUK PELABUHAN GARONGKONG

BOGOR (8/12) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi Kelas I Makassar telah melakukan Survey Hidro-Oseanografi yang hasilnya digunakan sebagai dasar rencana penetapan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Garongkong di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Penetapan alur pelayaran masuk pelabuhan tersebut diharapkan dapat difungsikan secara efektif untuk kelancaran transportasi laut di Pelabuhan Garongkong dan dapat menjadi titik simpul hubungan antar daerah di Sulawesi Selatan yang akan memudahkan distribusi hasil produksi masyarakat Kabupaten Barru ke luar daerah.

Demikian disampaikan Direktur Kenavigasian yang diwakili Kepala Sub Direktorat Penataan Alur dan Perlintasan, Ison Hendrasto saat membuka acara FGD Rencana Penetapan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Garongkong di Bogor, Kamis (8/12).

Lebih lanjut Ison menjelaskan, peran Pelabuhan Laut Garongkong selaku pelabuhan umum adalah melayani kunjungan kapal dan bongkar muat barang di wilayah Kabupaten Barru dan beberapa Kabupaten lainnya, temasuk dalam menunjang komoditi bahan baku semen untuk kebutuhan pabrik semen setempat dan material industri lainnya yang dikirim dari berbagai provinsi dan negara.

”Pelabuhan  Garongkong  akan mendukung layanan kapal di Pelabuhan Makassar yang semakin padat. Kapal-kapal yang kesulitan sandar karena terbatasnya dermaga bisa sandar di Pelabuhan  Garongkong sehingga pergerakan ekonomi tetap berjalan lancar,” katanya.

Di samping memiliki kedalaman kolam pelabuhan mencapai 12.2 s.d. 14.6 meter LWS, Pelabuhan Garongkong juga memiliki keunggulan lain, karena ada Pulau Pannikiang yang secara alami menjadi break water dan pelindung pelabuhan dari hantaman gelombang  besar. 

”Namun untuk memasuki Perairan Pantai Barat Sulawesi Selatan perlu dicermati dengan hati-hati, mengingat banyak bahaya-bahaya navigasi seperti adanya  kedangkalan, karang dan kerangka kapal,” jelas Ison.

Oleh karenanya, maka penataan alur-pelayaran di Pelabuhan Garongkong sudah selayaknya dilaksanakan untuk segera ditetapkan agar memperoleh alur-pelayaran yang ideal dan memenuhi berbagai aspek kepentingan keselamatan dan kelancaran bernavigasi serta melindungi kelestarian lingkungan maritim. 

Pihaknya berharap melalui FGD ini dapat memperkaya dan menyempurnakan Rancangan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Garongkong Provinsi Sulawesi Selatan sehingga ketertiban, kelancaran serta keselamatan lalu-lintas pelayaran di sekitar perairan pelabuhan garongkong dapat terwujud.

Adapun FGD ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Kenavigasian, Direktorat Kepelabuhanan, Distrik Navigasi Kelas I Makassar dan Pushidrosal. Setelah ditetapkan, alur-pelayaran ini perlu dicantumkan dalam peta laut dan buku petunjuk pelayaran serta diumumkan melalui Maklumat Pelayaran maupun berita pelaut Indonesia. 

Reaksi dan Komentar