Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Layanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal: Kemenhub Pastikan Antrean Bongkar Muat Lancar

Layanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal: Kemenhub Pastikan Antrean Bongkar Muat LancarLayanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal: Kemenhub Pastikan Antrean Bongkar Muat LancarLayanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal: Kemenhub Pastikan Antrean Bongkar Muat LancarLayanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal: Kemenhub Pastikan Antrean Bongkar Muat Lancar

KETAPANG (29/7) — Kementerian Perhubungan memastikan bahwa layanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk telah kembali berjalan normal. Setelah beberapa hari terakhir sempat terjadi antrean kendaraan akibat  preservasi jalan nasional pada Jalur Gumitir – jalur utama penghubung Banyuwangi dan Jember – yang saat ini sedang diperbaiki secara menyeluruh, kondisi terkini menunjukkan bahwa antrean di jalan utama Pelabuhan Ketapang telah kembali normal pada Selasa, (29/7) pagi tadi.

Perbaikan jalan tersebut menyebabkan pengalihan arus kendaraan logistik menuju akses lain yang bermuara ke Pelabuhan Ketapang, menambah beban lalu lintas di kawasan sekitar pelabuhan.

Berdasarkan pemantauan lapangan di kedua sisi pelabuhan sejak pukul 04.41 WIB di Ketapang dan pukul 07.30 WITA di Gilimanuk, tercatat bahwa sebanyak 26 kapal di Pelabuhan Ketapang dan 27 kapal di Pelabuhan Gilimanuk beroperasi aktif melayani arus penumpang dan kendaraan.

26 Kapal yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang terdiri dari 14 kapal di Dermaga MB dengan pola 8 Trip, 10 kapal di Dermaga LCM dan dan 2 kapal perbantuan di Dermaga Bulusan.

Sedangkan 27 kapal yang beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk terdiri dari 19 kapal di Dermaga MB dan 8 kapal di Dermaga LCM.

“Hari ini lalu lintas di area pelabuhan, termasuk aktivitas bongkar muat kendaraan, terpantau lancar dan terkendali, meskipun muatan didominasi oleh kendaraan logistik,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Sedangkan untuk antrean yang terjadi di jalan menuju Pelabuhan Ketapang adalah kendaraan yang sedang menunggu antrean masuk ke Buffer Zone Bulusan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengambil sejumlah langkah cepat dan terukur untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.

Salah satu fokus utama penanganan adalah mempercepat proses bongkar-muat kendaraan barang, khususnya di lintasan kapal LCM yang menghubungkan Ketapang dan Gilimanuk. Kapal-kapal yang melayani rute ini diarahkan untuk mempercepat waktu sandar dan muat agar antrean tidak menumpuk.

Selain itu, dua kapal perbantuan juga dioperasikan di Dermaga Bulusan, yaitu KMP. Portlink VII dan KMP. Tunu Pratama Jaya 5888, sebagai upaya tambahan untuk mempercepat arus kendaraan barang yang menunggu giliran menyeberang.

“Kami terus menjaga koordinasi erat bersama operator dan KSOP untuk merespons setiap perubahan operasional secara real-time,” tambah Masyhud.

Pihaknya menambahkan, Kementerian Perhubungan memastikan proses pengaturan muatan di pelabuhan dilakukan secara ketat untuk menjamin keselamatan pelayaran, sesuai ketentuan yang berlaku. 

“Dalam situasi seperti ini, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas Pelabuhan,” tutupnya. (AD/ETJ/HJ)
 

Reaksi dan Komentar