Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Luar Biasa! Tim KPLP Berhasil Selamatkan Kapal Philippine Coast Guard TB Habagat (271) Saat Alami Keboco

Luar Biasa! Tim KPLP Berhasil Selamatkan Kapal Philippine Coast Guard TB Habagat (271) Saat Alami Keboco

​JAKARTA - Luar biasa, kalimat ini mungkin sangat tepat ditujukan bagi Tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.


Ya, tim KPLP berhasil memberikan pertolongan kepada Kapal Philippines Coast Guard TB Habagat 271 yang mengalami kerusakan mesin dan mengalami kebocoran di perairan selat makassar 110Nm dari Kotabaru, Kalimantan Selatan akhir pekan lalu.

WhatsApp Image 2017-05-23 at 21.53.29.jpeg
Berita marabahaya (distress) yang dikirimkan oleh Komandan Kapal Philippines Coast Guard TB Habagat 271 kepada Poskodalops Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang segera ditindaklanjuti oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) selaku Indonesia Coast Guard berkoordinasi dengan Philippines Coast Guard Action Center di Manila.


Ironisnya, kapal tersebut merupakan armada yang dibawa dari Filipina saat mengikuti Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) pekan lalu dan tengah dalam pelayaran untuk kembali ke negaranya. Sebelumnya, kapal dimaksud mengikuti kegiatan Marpolex berupa simulasi penanganan kapal bocor atau bermasalah di lautan dalam rangka menjaga lingkungan laut dari pencemaran minyak di Benoa, Bali.


"Kapal Philipine Coast Guard dimaksud mengalami masalah di perairan Selat Sulawesi dalam perjalanan pelayaran dari Benoa menuju Filipina di Lat 4 degs 00.32 mins S/ Long 117 degs 39.6 mins E, selanjutnya kami diperintahkan untuk memonitor dan melakukan tindakan pertolongan," jelas Direktur KPLP, Capt. Jonggung Sitorus di Jakarta, Selasa (23/5/2017).


Selaku Indonesia Coast Guard, lanjut Jonggung, pihaknya berkoordinasi dengan Philippine Coast Guard Action Center di Manila serta segera mengerahkan Kapal Patroli KPLP KN Chundamani P-116 serta KN 377 menuju ke lokasi dan memberikan pertolongan serta melakukan asistensi di Pelabuhan Kotabaru.


"Berdasarkan informasi kapal mengalami trouble engine dan ada kebocoran, kapal masih aman untuk dilayarkan ke pelabuhan Kotabaru untuk melakukan perbaikan," tuturnya.


Selanjutnya, KSOP Klas IV, melaksanakan koordinasi dengan beberapa pihak antara lain PT. Pelindo melalui Pilot Station, PT. Pertamina Kotabaru dengan menyiagakan dua unit kapal Tunda TB. Patra 01 dan TB. Patra 02 di Tanjung Pemancingan dan SROP Batulicin.


"Kapal milik Philippine coast guard TB. Habagat (271) saat itu, masih bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Perairan Kotabaru dengan Speed 7,6 Knots dan terus kami pantau dengan SROP Batulicin dan Pilot Station," imbuhnya.


Titik pertemuan antara Kapal Negara Patroli KPLP KNP 377 dengan Kapal TB Habagat 271 milik Philippine Coast Guard di posisi koordinat 03-15,42'-42,0"LS/116-54-50,0" BT atau sekitar 44 NM dari Kotabaru pada Ahad (21/5/2017) sekitar pukul 16.00 WITA.


"TB Habagat 271 philippine coast guard dikawal kapal milik PCG lainnya yaitu BRP-3502 (Nueva Vizcaya). Selanjutnya Kapal Negara Patroli KPLP KNP 377 mengawal kedua kapal Philippine Coast Guard menuju perairan kotabaru untuk selanjutnya disandarkan pada Dermaga Pelabuhan Umum Stagen milik PT. Pelindo III Cabang Kotabaru dan tiba di pelabuhan Kotabaru pukul 22.00 WITA," jelas Capt. Jonggung.


Di tempat terpisah, Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono mengapresiasi kesigapan KPLP terhadap permintaan pertolongan pihak Filipina saat mengalami masalah di pelayaran.


"Ini menjadi catatan penting bahwa latihan atau simulasi pertolongan darurat sangat dibutuhkan dan benar-benar membantu sesuai SOP pada saat dihadapkan pada kondisi yang nyata," kata Tonny.


Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas kendala yang terjadi pada kapal Filipina tersebut dan pada hari ini, Selasa (23/5) kapal Coast Guard Filipina sedang naik dock untuk dilakukan penambalan sedangkan kapal Philipine Coast Guard lainnya yaitu BRP-3502 (Nueva Vizcaya) sudah berlayar kembali ke negaranya.


Dengan adanya kejadian ini telah menunjukan kesiapsiagaan KPLP sebagai Indonesia Coast Guard dalam merespon serta bereaksi cepat mengatasi permasalahan pelayaran yang terjadi di perairan Indonesia.

Reaksi dan Komentar