Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MANFAATKAN DIGITALISASI DAN TINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN PELABUHAN, KEMENHUB TERAPKAN INAPORTNET DI PAITON PROBOLINGGO

MANFAATKAN DIGITALISASI DAN TINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN PELABUHAN, KEMENHUB TERAPKAN INAPORTNET DI PAITON PROBOLINGGO

SURABAYA(5/4). Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkomitmen dalam memanfaatkan digitalisasi dan meningkatkan efisiensi di Pelabuhan. Komitmen ini ditandai dengan pelaksanaan kembali Go-Live penerapan Sistem Inaportnet yang ada di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, Jawa Timur.


Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen Sartoto mengungkapkan pada hari Senin (4/4) telah dilaksanakan Go Live penerapan sistem Inaportnet dan penandatangan pakta integritas terhadap beberapa Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Hal ini secara resmi menandai penerapan Inaportnet di pelabuhan dan terminal khusus (Tersus) yang ada di wilayah tersebut.


"BUP yang melaksanakan Go Live Inaportnet yaitu BUP PT Delta Artha Bahari Nusantara, BUP PT. Sarana Lintas Bahari, Tersus PT Pembangkitan Jawa Bali, Tersus PT Paiton Energy dan Tersus PT Jawa Power," ujar Capt Mugen.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor KSOP Kelas IV Probolinggo; General Manajer PT. Pelindo Cabang Probolinggo; Direktur Utama PT. Sarana Lintas Bahari; Kepala Bagian Umum dan SDM BUP PT. Delta Artha Bahari Nusantara; Manager Operasi UP Paiton PT. Pembangkitan Jawa Bali; Fuel and Ash Manager PT. Paiton Energy; Shipping Logistic Planning PT. Jawa Power; dan Tim Pengembang Aplikasi Inaportnet dan peserta lainnya baik secara langsung maupun daring.

Dalam kesempatan tersebut, Capt Mugen berpesan kepada seluruh stakeholder dan pihak terkait untuk selalu menjaga komitmen bersama yang telah tertuang dalam penandatanganan Pakta Integritas untuk menjalankan kolaborasi dalam aplikasi Inaportnet.

"Komitmen ini tentunya perlu selalu dijaga agar seluruh mitra kerja yang telah terlibat dapat bersinergi dengan baik dan konsisten," ujarnya.

Adapun tujuan dari digitalisasi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, menurut Capt Mugen adalah untuk memudahkan pelayanan, memperpendek waktu layanan, mempercepat proses, dan transparansi sehingga pelaku usaha dapat lebih lancar dan mudah melakukan kegiatan.
 
Capt Mugen juga menjelaskan bahwa saat ini implementasi inaportnet telah berkembang dan berproses untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian lembaga lain sejalan dengan upaya pemerintah dalam penataan Nasional Logistik Ekosistem dan Program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas-PK). "Untuk itu agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," jelasnya.
 

Dalam penerapan aplikasi Aplikasi Inaportnet nanti, ada 3 (tiga) aspek yang harus dijunjung tinggi yaitu komitmen, koordinasi dan inovasi. Semua aspek tersebut dapat terpenuhi dengan kerja keras bersama semua pihak yang terlibat dan komitmen untuk patuh terhadap standar operasional prosedur yang disepakati.

"Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, maka Aplikasi ini tidak akan bisa menjadi sistem yang menjadi rujukan utama untuk pelayanan barang di pelabuhan," ungkapnya.

Selain itu, Capt Mugen menjelaskan pentingnya aspek kedua dan ketiga yaitu koordinasi dan inovasi. Dimana semua pihak dituntut untuk dapat saling menghormati dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan khalayak yang lebih luas, serta terus meningkatkan koordinasi yang sudah terjalin baik selama ini.
​
Selanjutnya aspek terakhir yang harus dipupuk adalah inovasi, yaitu selalu mencari cara dan terobosan baru untuk terus memperbaiki kinerja dan pencapaian di masa mendatang, dan terus berinovasi agar bisa membuat Aplikasi Inaportnet memiliki manfaat lebih dari apa yang telah dicapai sekarang.
 
"Untuk itu, saya minta kepada pemangku kepentingan agar tetap berpikiran terbuka, dinamis, dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya, agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Dengan komitmen, koordinasi, dan inovasi, marilah kita bersama-sama berupaya agar Aplikasi dapat berjalan dengan baik dan sukses," tutupnya.

Reaksi dan Komentar