Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Memperingati Hari Menara Suar 2025, Kemenhub Teguhkan Komitmen Jaga Keselamatan Pelayaran

Memperingati Hari Menara Suar 2025, Kemenhub Teguhkan Komitmen Jaga Keselamatan PelayaranMemperingati Hari Menara Suar 2025, Kemenhub Teguhkan Komitmen Jaga Keselamatan PelayaranMemperingati Hari Menara Suar 2025, Kemenhub Teguhkan Komitmen Jaga Keselamatan PelayaranMemperingati Hari Menara Suar 2025, Kemenhub Teguhkan Komitmen Jaga Keselamatan Pelayaran

JAKARTA (22/9) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memperingati Hari Menara Suar ke-11 yang jatuh pada 22 September 2025. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Cerlang Penuntun untuk Bakti Nusantara” dan dilaksanakan secara sederhana namun serentak di seluruh Kantor Distrik Navigasi Ditjen Hubla di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan komitmen Ditjen Hubla dalam menjaga eksistensi dan peran vital menara suar. Menurutnya, Hari Menara Suar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya peran 283 menara suar dan ribuan rambu penuntun serta penanda keselamatan lainnya yang dimiliki Indonesia saat ini, guna menunjang dan memastikan keselamatan pelayaran.

"Menara suar ini menjadi penunjuk jalan sekaligus penjaga keselamatan pelayaran di tengah luasnya bentangan laut nusantara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dengan jalur pelayaran internasional yang padat. Keberadaan menara suar memiliki arti strategis bagi keselamatan, kelancaran, serta keberlanjutan sektor maritim nasional," ujar dirjen Masyhud.

Lebih jauh Dirjen Masyhud menjelaskan bahwa Menara Suar adalah simbol keteguhan. Ia berdiri di tengah gelombang dan cuaca, memberi arah dan cahaya, sebagaimana tugas kita untuk selalu menjaga keselamatan pelayaran tanpa henti.

"Melalui tema tahun ini, ‘Cerlang Penuntun untuk Bakti Nusantara’, kita ingin meneguhkan kembali pengabdian insan perhubungan laut bagi keselamatan dan kejayaan maritim Indonesia,”* ujar Dirjen Masyhud.

Selain sebagai infrastruktur vital keselamatan pelayaran, menara suar juga merupakan warisan budaya dan sejarah maritim bangsa. Beberapa menara suar berusia ratusan tahun, peninggalan masa kolonial, yang hingga kini masih difungsikan dengan baik. Menara suar yang terawat tidak hanya memastikan keselamatan pelayaran, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan dan memperkuat identitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam semangat menjaga keberlanjutan, Ditjen Hubla turut mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan pada menara suar. Saat ini sebagian besar menara suar di Indonesia telah dilengkapi panel surya sebagai sumber utama listrik penerangan. Teknologi hemat energi ini memungkinkan menara suar beroperasi secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mendukung target pemerintah menuju transisi energi hijau nasional.

"Kami ingin memastikan bahwa menara suar tidak hanya menjadi penuntun bagi pelayaran, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan energi bersih dan ramah lingkungan di sektor maritim,” imbuhnya.

Dirjen Masyhud juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan menara suar dan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan pelayaran, serta memperkuat kerja sama demi keselamatan bersama.

"Melalui peringatan ini, mari kita jadikan menara suar sebagai pengingat bahwa waktu sangat berharga. Seperti semboyan navigasi "Kala Jivam Asti” Waktu adalah Jiwa. Semoga kita dapat memanfaatkan setiap waktu dengan sebaik-baiknya untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan menjaga keselamatan pelayaran di seluruh perairan Indonesia," tutup Dirjen Masyhud.(SKY/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar