Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB : ARUS LOGISTIK HARUS LEBIH BAIK, MURAH DAN CEPAT 20/08/2017

MENHUB : ARUS LOGISTIK HARUS LEBIH BAIK, MURAH DAN CEPAT 20/08/2017

​

PROBOLINGGO - Arus logistik di Pelabuhan harus bisa lebih baik,  murah dan cepat. Hal tersebut disampaikan Menhub usai menyaksikan penandatanganan kerja sama pemanfaatan barang milik negara pada Pelabuhan Probolinggo dan Pelabuhan Sintete, di Pelabuhan Probolinggo, Minggu (20/8).

"Hari ini ada dua pelabuhan dari tiga puluh pelabuhan dan bandara yang kita serahterimakan untuk dikerjasamakan, bisa dengan BUMN, BUMD atau Swasta. Kita bisa pastikan ini akan lebih baik, lebih murah dan lebih cepat sehingga logistiknya lancar," jelas Menhub. 

Menhub menambahkan kerja sama ini juga merupakan hadiah Pemerintah Pusat kepada Provinsi Jawa Timur pada ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.
IMG-20170820-WA0057.jpg
Lebih lanjut Menhub mengatakan ke depannya masih terdapat 28 pelabuhan dan bandara yang akan diserahterimakan kepada operator untuk dikerjasamakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi anggaran APBN setiap tahunnya.

"Saya masih ada tugas lagi 28 pelabuhan dan bandara yang akan dikerjasamakan kepada operator BUMN, BUMD maupun swasta. Doakan proses ini bisa cepat selesai supaya APBN ringan karena nantinya kita (pemerintah) akan sebagai regulator dan operatornya adalah BUMN, BUMD dan swasta. Kita ingin sekali operator bekerja lebih baik karena kita akan memacu dengan suatu regulasi dan mereka yang laksanakan kegiatan," ujar Menhub.

Ke depan dengan adanya kerja sama pemanfaatan tersebut paling sedikit dapat menurunkan biaya logistik sebesar 20% dan meningkatkan pengguna jasa pelabuhan sebesar 30%.

"Sehingga keluar masuk barang tidak lagi lewat darat tapi lewat laut," kata Menhub.
IMG-20170820-WA0055.jpg
Senada dengan Menhub, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan ketiga poin lebih baik, murah dan cepat merupakan simpulan daya saing. 

"Kami diminta oleh beliau (Menhub) untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. Kami siap karena prinsip dasarnya bahwa kepercayaan yang kami lakukan agar barang ini lebih cepat proses pengirimannya, biayanya lebih murah dan pelayanannya lebih baik," jelas Soekarwo.

Pada kesempatan yang sama, Elvyn G Masassya mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub yang telah merealisasikan rencana kerjasama pemanfaatan pengelolaan pelabuhan kepada PT.Pelindo II di Kalimantan Barat.
IMG-20170820-WA0054.jpg
"PT. Pelindo II berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan khususnya Menhub yang telah merealisasikan rencana kerja sama karena ini suatu wujud konkret kita bersama-sama bisa menurunkan biaya logistik khususnya di Kalimantan Barat dan ini adalah awal untuk nanti mengelola pelabuhan lain yang saya kira sekarang sedang direview oleh Kemenhub," terang Elvyn.

Elvyn juga menambahkan kerja sama ini juga suatu bukti nyata bahwa antara regulator dan operator dapat bekerja sama secara erat untuk mendukung program Pemerintah khususnya dalam menurunkan biaya logistik.

Turut hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut Dirjen Perhubungan Laut  A. Tonny Budiono, Walikota Probolinggo Rukmini Buchori dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. 


Reaksi dan Komentar