Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB BAHAS PERKEMBANGAN KERJASAMA SEKTOR TRANSPORTASI DENGAN TIGA NEGARA ASEAN

MENHUB BAHAS PERKEMBANGAN KERJASAMA SEKTOR TRANSPORTASI DENGAN TIGA NEGARA ASEAN

​

JAKARTA (6/12) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri pertemuan dengan perwakilan dari tiga negara ASEAN yaitu Brunei Darusallam, Malaysia dan Filipina membahas perkembangan kerjasama sektor transportasi antar negara-negara tersebut dalam acara pertemuan antar Menteri Transportasi ke-12 kerja sama Sub-Regional Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), pada Jumat (6/12) di Jakarta.

Pada pertemuan itu Menhub melaporkan sejumlah capaian yang telah dihasilkan dari beberapa proyek yang telah dikerjasamakan antara negara-negara tersebut seperti : penyelesaian dan peluncuran Entikong International Freight Terminal, penyelesaian Pontianak – Entikong Transport Link, penerbangan PT. Garuda Indonesia rute Manado-Davao, Filipina PP dengan frekuensi 2 (dua) kali per minggu (Senin dan Jumat) menggunakan pesawat ATR-72-600, dan penyelesaian pengembangan Bandar Udara Adi Soemarmo (Solo) untuk perluasan terminal penumpang dan fasilitas-fasilitas pendukungnya yang telah selesai di bulan Oktober 2019. 
IMG-20191206-WA0080.jpg
Selain itu, Menhub juga melaporkan terkait perkembangan inisiatif proyek kerjasama sektor transportasi antar negara-negara tersebut, baik di perhubungan darat, laut, maupun udara.

Pada sektor perhubungan darat, Menhub menyampaikan terjadi peningkatan jumlah orang dari keempat negara tersebut yang melakukan perjalanan lintas batas negara. Untuk menunjang konektivitas lintas batas negara tersebut, Indonesia telah mengeluarkan izin kendaraan (bus) untuk angkutan orang lintas batas, sebanyak 5 izin untujk Malaysia dan 6 izin untuk Brunei Darussalam pada tahun 2019. 

Kemudian, Menhub menginisiasi penerapan e-log book bagi pengemudi bus, yaitu aplikasi yang bisa mengawasi waktu kerja dari pengemudi agar tidak melewati batas waktu yang ditentukan, untuk bias diterapkan secara regional di antar negara-negara tersebut.

“Kami telah meluncurkan e-logbook untuk angkutan antar provinsi dan telah berjalan dengan sukses. Indonesia akan melakukan presentasi lebih detil terkait implementasi e-logbook dan bagaimana mengintegrasikan pada wilayah BIMP-EAGA,” kata Menhub.
IMG-20191206-WA0082.jpg
saat ini Indonesia juga sedang menyusun pedoman dan SOP terkait dengan implementasi angkutan lintas batas di wilayah BIMP-EAGA serta Sosek Malindo. Implementasi tersebut terdiri dari rute yang ditentukan, persyaratan teknis dan standar kendaraan, lisensi pengemudi dan izin aplikasi.

Di sektor perhubungan udara, Menhub menginisiasi dengan mengusulkan adanya pemberian insentif (airport incentives) bagi maskapai untuk semakin menarik minat maskapai menerbangi rute antar negara-negara tersebut. Saat ini penerbangan yang sudah dan masih berlangsung adalah untuk rute Pontianak-Kuching (pp) dengan frekuensi sebanyak 7 (tujuh) kali per minggu dengan menggunakan pesawat ATR-72-500.

Sedangkan, pada sektor perhubungan laut, inisiasi baru yang disampaikan adalah terkait rencana pelayaran rute Lahad Datu – Tanjung Silopo untuk mengangkut penumpang yang kebanyakan berprofesi sebagai TKI ke Lahad Datu. Kemudian, perkembangan keinginan perusahaan pelayaran Multiport Maritime Corp (MPMC) dari Filipina yang menyatakan ketertarikannya untuk melayani rute Bitung-Davao/Gensan dengan penambahan rute pelayaran Ho Chi Minh – Labuan – Sepanggar – Davao – Bitung – Ternate. Serta, Indonesia mengusulkan untuk meminta bantuan Asian Development Bank (ADB) untuk mengembangkan portal yang dapat mengupload pengaturan Non-Convention Sized Ships (NCSS) sehingga dapat diakses oleh semua negara anggota dan dapat mengetahui bagaimana pengaturan kapal non konvensi di masing-masing negara BIMP-EAGA.

Selain itu, Menhub menyampaikan pula bahwa ADB akan mendukung pemulihan pasca gempa dan tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tengah tahun 2018 yaitu untuk pemulihan fungsi tiga pelabuhan dan satu bandara. 

Turut hadir dalam pertemuan 12th Transport Ministers Meeting BIMP-EAGA and Related Meeting Wakil Menteri Transportasi Malaysia Datuk Kamaruddin Jafar, Sekjen Menteri Transportasi Brunei Mohammad Nazri, dan Sekjen Menteri Transportasi Filipina Lino Hambala Dabi.


Reaksi dan Komentar