Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Menhub Bertemu Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang* Bahas Progres Pengoperasian Pelabuhan Patimban dan Negosiasi Kerja Sama Transportasi

Menhub Bertemu Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang* Bahas Progres Pengoperasian Pelabuhan Patimban dan Negosiasi Kerja Sama Transportasi

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Mori Masafumi, pada Rabu (9/2) secara daring, untuk membahas sejumlah hal yakni terkait Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Progres Pengoperasian Pelabuhan Patimban dan Proving Ground Bekasi.

 

Menhub mengatakan, setelah dilakukan prosesi handover (serahterima) pengoperasian Pelabuhan Patimban pada akhir 2021 lalu, sudah dilakukan beberapa kali kegiatan ekspor dari Pelabuhan Patimban dengan tujuan ke Pelabuhan Brunei Darussalam dan Pelabuhan Filipina.

 

Menhub menjelaskan, pada tahun 2022 dijadwalkan akan dilakukan ekspor kendaraan dari Pelabuhan Patimban dengan lebih dari 130.000 kendaraan/tahun dan berupaya untuk terus ditingkatkan.

 

“Kami terus mendorong produsen mobil Jepang untuk menggunakan Patimban sebagai tempat ekspor,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut Menhub juga membahas dengan pemerintah Jepang terkait kelanjutan dari tiga proyek infrastruktur yakni : MRT Jakarta Timur – Barat Fase 1 dan Fase 2A Selatan -Utara, Pengoperasian Pelabuhan Patimban dan Draft Loan Agreement Fase I-2, dan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSB) Bekasi.

 

Turut hadir dalam rapat pembahasan tersebut dari pihak Indonesia yaitu Rahmat Gobel (Wakil Ketua DPR RI), Tri Purna Djaya (Wakil Duta Besar RI Untuk Jepang), Nasruddin Djoko Surjono (Kepala Bappeda DKI); William Sabandar (Direktur Utama PT. MRT Jakarta), serta para pejabat eselon I dan II terkait di Kementerian Perhubungan. 

 

Sementara itu dari pihak Jepang turut hadir: Akamoto Naotake (Executive Assistance to Mori Masafumi); Takizaki Shigeki (Assistance Cabinet Chief Secretary); Yamagami Noriyoshi (Director General of International Affair and Head of Railway Bureau, MLIT); Asawa Takamitsu (Director General of Port and Harbour Bureau, MLIT); Ueno Atsushi (Assistant Minister, MOFA); Kano Takehiro (Director General South East and South West, MOFA); Iida Yoichi (Director General, Trade Economic and Cooperation Bureau, METI). (AH/RDL/LA/HS).

Reaksi dan Komentar