Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB BLUSUKAN KE KUDUS, JUWANA, JEPARA DAN SEMARANG 23/03/2017

MENHUB BLUSUKAN KE KUDUS, JUWANA, JEPARA DAN SEMARANG 23/03/2017

​

SEMARANG - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi  blusukan (kunjungan kerja) ke Kudus, Juwana, Jepara dan Semarang di Jawa Tengah dalam rangka mengamati dan  mendengarkan secara langsung permasalahan, masukan dan mencari solusi terkait solusi di berbagai daerah pada Kamis (23/3). Pada kesempatan ini, Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut ikut dalam rombongan Menhub Budi saat melakukan kunjungan tersebut.

"Di Kudus, Jawa Tengah rencananya Menhub Budi akan menyerahkan sertifikat approval dan meresmikan langsung simulator di salah satu sekolah pelayaran di Kudus", kata PLT Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik J.A. Barata.

Menhub Budi juga akan meninjau perusahaan galangan kapal yang diharapkan bisa ikut tender membangun kapal Pelra di Juwana. Juwana merupakan salah satu daerah industri galangan kapal rakyat di Jawa Tengah. Barata menambahkan Menhub Budi mendorong kepada perusahaan galangan kapal tradisional lain untuk nantinya ikut dalam tender pengadaan kapal rakyat pada tahun 2017.

"Menhub mendorong perusahaan galangan kapal tradisional ikut dalam tender pengadaan 100 kapal rakyat di tahun 2017, ini bertujuan untuk memajukan para pengusaha galangan kapal tradisional," ujarnya.

Kementerian Perhubungan berencana akan membangun 100 unit kapal pelra berkapasitas 35 GT dengan alokasi anggaran sebesar 200 milyar rupiah. Hal ini dilakukan guna mendukung transportasi laut ke daerah-daerah yang tidak dapat dilayani oleh angkutan kapal perintis.

Usai dari Juwana, Menhub dijadwalkan ke pelabuhan Jepara. Hal ini terkait adanya permasalahan menyangkut angkutan Bahan Bakar Minyak dari Pelabuhan Jepara ke Karimunjawa yang harus segera diselesaikan.

Angkutan BBM dari Jepara ke Karimunjawa saat ini dilakukan oleh kapal-kapal pelra. Maka harus dicarikan jalan keluarnya agar tidak melanggar aturan keselamatan. Masalah lainnya adalah gelombang yang cukup tinggi di kolam pelabuhan.

"Permasalahan lain, terkait gelombang yang sangat tinggi di kolam pelabuhan Jepara sehingga berbahaya bagi kapal-kapal yang akan sandar, karena itu kapal-kapal pelra lebih memilih sandar di pelabuhan penyeberangan," ungkap Barata.

Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Menhub Budi direncanakan menggelar pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Dirjen Perkeretaapian di Stasiun Tawang Semarang. 

Reaksi dan Komentar