Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Menhub Dorong Pelabuhan Layani Lebih Cepat, Mudah, dan Kolaboratif

Menhub Dorong Pelabuhan Layani Lebih Cepat, Mudah, dan KolaboratifMenhub Dorong Pelabuhan Layani Lebih Cepat, Mudah, dan Kolaboratif

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong pelabuhan-pelabuhan di  Indonesia melayani lebih cepat, mudah, dan kolaboratif, dalam rangka meningkatkan daya saing secara global. 

Selain itu, keseimbangan muatan maupun harga barang/logistik antar wilayah di Indonesia juga harus terus diupayakan.

“Secara filosofi, tugas insan perhubungan adalah menghubungkan dan mempersatukan Indonesia. Oleh karenanya, tugas kami bersama stakeholder transportasi seperti, Pelindo, Pelni, dan ASDP ini tidak ringan,” ujar Menhub saat menghadiri pelepasan Tim Liputan Jelajah Pelabuhan Media Bisnis Indonesia Tahun 2022, di Jakarta, Selasa (6/9).

Menhub mengatakan, upaya peningkatan dan perbaikan pelayanan pelabuhan sudah dari tahun ke tahun dan sudah terlihat adanya kemampuan pelabuhan untuk bersaing secara global. “Tetapi kita jangan cepat puas dengan apa yang sudah dilakukan dan harus konsisten,” tuturnya.

Kemudian, keseimbangan antar wilayah di Indonesia, lanjut Menhub, juga harus terus diupayakan guna menghilangkan disparitas harga barang/logistik antar wilayah barat dengan timur Indonesia. “Saya sering mengunjungi NTT, Maluku hingga Papua, dan apa yang telah kita lakukan sudah dirasakan oleh saudara-saudara kita di sana. Tetapi itu belum cukup. Kita harus terus tingkatkan muatan dari timur ke barat yang bisa memberikan nilai ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Menhub meminta stakeholder transportasi baik Pelindo, Pelni, ASDP, dan pemerintah daerah untuk memberikan perhatian khusus demi meningkatkan performa pelabuhan di Indonesia. “Sektor perhubungan berkontribusi sebesar 21 persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada triwulan kedua tahun 2022. Momentum ini harus dijaga. Tidak cukup dengan diam, tetapi harus terus melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Menhub.

Pelabuhan memiliki peran penting sebagai sarana vital penggerak perekonomian di Indonesia, yaitu sebagai simpul jaringan transportasi, dan juga sebagai penunjang kegiatan industri dan perdagangan.

Dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), saat ini terdapat 636 pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan laut, 57 terminal yang merupakan bagian dari pelabuhan, dan 1321 rencana lokasi pembangunan pelabuhan, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dirut PT Pelindo Arif Suhartono, Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Lulu Terianto dan perwakilan dari PT Pelindo Petikemas, PT Pelni dan PT ASDP. (HH/RDL/LA/HT)
 

Reaksi dan Komentar