Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB DUKUNG PENGEMBANGAN PELABUHAN BENOA BALI YANG RAMAH LINGKUNGAN 1

MENHUB DUKUNG PENGEMBANGAN PELABUHAN BENOA BALI YANG RAMAH LINGKUNGAN 1

​

Bali – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung pengembangan Pelabuhan Benoa yang mengedepankan konsep “Hijau” sehingga lebih ramah lingkungan. Demikian disampaikan Menhub saat mengunjungi Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (15/11).

"Kemenhub memberikan support penuh kepada Pelindo III dan Pemprov Bali untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa. 51 persen lahannya dibuat green seperti hutan kota, dan 49 persen itu untuk yang lain itu untuk cruise, curah cair, perikanan dan kontainer. Jadi bisa dikatakan ini lengkap, untuk pariwisata bagus, untuk logistik juga bagus," jelas Menhub.

Menhub mengatakan, Pelabuhan Benoa merupakan infrastrukur terpenting bagi pengembangan pariwisata di Bali khususnya untuk wisata yang menggunakan kapal-kapal pesiar (cruise). Dengan adanya pengembangan Pelabuhan Benoa, lanjut Menhub, yang awalnya Kapal Cruise tidak bisa bersandar ke depannya akan bisa bersandar. Dengan begitu, turis mancanegara dapat menikmati indahnya Bali dengan akses yang mudah.  
IMG-20191115-WA0092.jpg
“Hampir setiap bulan, dua kali kapal cruise datang ke sini dengan membawa penumpang lebih dari 1000 orang. Bayangkan kalau mereka itu datang sebulan dua kali berarti ada lebih banyak lagi turis yang datang kesini dan ini perlu ditangani dan dimanfaatkan dengan baik karena bisa meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata,” ungkapnya.

“Saya berterima kasih kepada Gubernur Bali yang sudah mendukung pembangunan Benoa. Benoa ini sangat penting terutama berkaitan dengan pariwisata dan juga logistik,” tuturnya.

 Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan konsep dan desain Pelabuhan Benoa telah disetujui setelah sebelumnya proses reklamasi diminta untuk dihentikan karena dikatakan merusak hutan lindung disekitar Pelabuhan Benoa. 

"Kita sudah bahas secara mendalam dengan Pelindo III, semua desainnya sudah kita setujui sesuai dengan harapan kita dan desainnya sudah final, sudah saya tandatangan dan masyarakat sudah mendukung karena ramah lingkungan," kata Wayan. 

Sebagai informasi Pelabuhan Benoa mempunyai empat Dermaga yaitu,  Dermaga Selatan, Dermaga Timur, Dermaga Barat Selatan dan Dermaga Barat Utara. Pelabuhan Benoa mempunyai terminal penumpang domestik dengan luas 752 m² dan terminal penumpang internasional denga  luas 1.014 m². Ditargetkan pengembangannya akan rampung pada 2023. 

Berdasarkan data Pelindo III, pada tahun 2019, ada 79 kapal cruise yang bersandar di Pelabuhan Benoa. Salah satu kelebihan kapal cruise dibandingkan dengan pariwisata berbasis transportasi udara adalah kapasitas angkutnya yang besar. Apabila pesawat terbang hanya mampu mengangkut 200-300 penumpang, kapal-kapal wisata dalam sekali angkut bisa membawa 2.000 hingga 3.000 wisatawan.
IMG-20191115-WA0091.jpg
Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Benoa, Menhub didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo dan Dirut Pelindo III Doso Agung. Menhub dan Gubernur Bali kompak bermain gamelan bersama personil Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dari  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa yang menyambut kedatangannya. (LKW/RDL/YSP/HA). 


Reaksi dan Komentar