Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Menhub Jelaskan Ke Presiden Rencana Pembangunan Pelabuhan Baru Ambon Yang Terintegrasi Dengan Pusat Kegiatan Perikanan

Menhub Jelaskan Ke Presiden Rencana Pembangunan Pelabuhan Baru Ambon Yang Terintegrasi Dengan Pusat Kegiatan PerikananMenhub Jelaskan Ke Presiden Rencana Pembangunan Pelabuhan Baru Ambon Yang Terintegrasi Dengan Pusat Kegiatan PerikananMenhub Jelaskan Ke Presiden Rencana Pembangunan Pelabuhan Baru Ambon Yang Terintegrasi Dengan Pusat Kegiatan PerikananMenhub Jelaskan Ke Presiden Rencana Pembangunan Pelabuhan Baru Ambon Yang Terintegrasi Dengan Pusat Kegiatan Perikanan

Ambon - Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon, Maluku, Kamis (25/5).
 
Dalam kesempatan tersebut, Menhub menjelaskan kepada Presiden terkait rencana pembangunan pelabuhan baru Ambon yang terintegrasi dengan pusat kegiatan perikanan, dalam rangka mendukung Provinsi Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional.

Pembangunan pelabuhan baru di Ambon sangat diperlukan mengingat lokasi Pelabuhan Ambon berada di daerah pusat perdagangan, pemukiman dan fasilitas umum perkotaan lainnya, sehingga sulit dikembangkan karena area lahan yang terbatas.

Selain itu, sejumlah kondisi lainnya yang menjadi potensi permasalahan yaitu : Pelabuhan cargo dan petikemas eksisting akan mencapai kapasitas maksimum dalam 10-15 tahun, Teluk Ambon sebagai akses pelayaran keluar dan menuju pelabuhan sangat padat, serta Pelabuhan perikanan yang telah mencapai kapasitas maksimum. 

“Dengan adanya kondisi tersebut, maka diperlukan pembangunan Pelabuhan Ambon Terpadu sebagai pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur,” kata Menhub.
 
Menhub mengungkapkan, Kemenhub berkomitmen mendukung ekspor perikanan dengan mendorong konektivitas antara Indonesia dan Australia khususnya konektivitas langsung dari Maluku ke Australia.

"Pak Presiden ingin agar hasil produksi ikan yang dikirim/ekspor sudah berupa produk olahan seperti ikan asap, sashimi, ikan kaleng, dll. Disini daerah penghasil ikan yang tinggi/potensial, tinggal secara tata niaga dan pengembangan teknologi informasi diperbaiki agar masyarakat sekitar yang mendapat manfaatnya," tutur Menhub.


Menhub mengungkapkan, pembangunan infrastruktur dasar dari pelabuhan baru ini akan dibangun menggunakan APBN. Selanjutnya, untuk pembangunan infrastruktur tambahannya akan dilakukan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 


Konsep pembangunan pelabuhan baru mengusung konsep pelabuhan yang terintegrasi yang memiliki : terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG dan power plant, dengan panjang total dermaga 1000 m (ultimate).


Pada kunjungannya ke Pelabuhan Ambon, Presiden sempat berdialog dan mendengarkan aspirasi dari para pengusaha ikan di Ambon. Turut mendampingi kunjungan Presiden, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Maluku Murad Ismail. (AH/RDL/LA/JD)

Reaksi dan Komentar