Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Menhub, Kerjasama Dengan Perusahaan Aplikasi Daring Diharapkan Optimalkan Program Tol Laut

Menhub, Kerjasama Dengan Perusahaan Aplikasi Daring Diharapkan Optimalkan Program Tol Laut

​Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan kerjasama dengan perusahaan aplikasi daring seperti Gojek dan Grab, dapat mengoptimalkan program tol laut, khususnya dalam rangka menurunkan disparitas harga barang antara wilayah di Indonesia. Demikian disampaikan Menhub saat menghadiri peluncuran Grab Kios dan peringatan Hari Warung Nasional (HARUNGNAS) di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (7/11). 


"Saya melihat modal bisnis yang dibuat oleh grab atau aplikasi lain semacamnya ini relevan dengan keinginan untuk menggunakan disparitas harga di Indonesia bagian timur khususnya. Alangkah indahnya kalau proses bisnis ini bisa diterapkan di barang-barang bulog itu sehingga menjadi simple karena teknologinya ada, pemainnya ada kita tinggal mengintegrasikannya untuk distrbusi barang-barang tersebut bisa menggunakan tol laut," tambahnya.
WhatsApp Image 2019-11-07 at 15.02.02.jpeg
Lebih lanjut, Menhub juga menyatakan agar para pengemudi ojek online ini bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara menjadi distributor beras atau gula. Hal tersebut bertujuan agar barang-barang logistik seperti beras, gula dan sebagainya dapat terdistribusi secara merata. 

"Saya minta kepada grab dan juga semua aplikator memberikan peran tambahan kepada mereka (pengemudi online) bisa distribusi beras,  gula dan sebagainya. Jadi pulang bekerja, minimal mereka bisa mendistribusikan ke 10 tetangganya sehingga dia mendapakan tambahan pendapatan dan distribusi berjalan dengan baik dan juga efisien pergerakannya. Sistem ini memang bermanfaat untuk membantu dan bisnis ini relevan untuk digunakan," jelas Menhub Budi.  

Menhub menyampaikan apresiasi kepada Grab Indonesia yang membangun GrabKios di seluruh Indonesia. 

“Saya meyakini dengan aplikasi ini seluruh dapat memajukan perekonomian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sehingga warung-warung kecil tetap berkembang. Ini juga sejalan dengan program tol laut untuk menurunkan disparitas harga di Indonesia,” ungkap Menhub.

Berdasarkan informasi dari Grab Indonesia, Grab Kios kini memiliki mitra sebanyak 2,6 juta mitra yang tersebar di 505 kota dan kabupaten di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam jenis pedagang makanan kecil, warung kelontong hingga agen individu sendiri. Hal ini membuktikan bahwa dengan teknologi informasi pun UMKM dapat berkembang semakin maju.   

"Saya ingin apa yang menjadi program pemerintah menjadi visi harga yang murah dan harga terjangkau ini bisa terlaksana," ucap Menhub Budi. 

Sejalan dengan Menhub Budi, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki menilai adanya GrabKios ini bisa meningkatkan perekonomian warung-warung kecil dengan teknologi.  Sehingga usaha kecil dan menengah juga dapat bersaing dengan retail besar.  

"Saya respect terhadap ide GrabKios ini. Sekarang kita perlu aplikasi semacam ini karena sejalan dengan program kami yaitu digitalisasi UMKM, supaya ada peningkatan ekonomi di warung ini. Sekarang harus mulai merubah mindset tentang perekonomian Indonesia, UMKM ini sangat besar menyerap tenaga kerja bahkan saat krisis UMKM dapat menjadi baper ekonomi nasional," ungkap Menteri Teten.  
WhatsApp Image 2019-11-07 at 15.02.06.jpeg
Dia juga menyampaikan data dari Kementerian Keuangan bahwa jumlah usaha mikro mencapai 62 juta dan warung merupakan dari usaha mikro. Selain itu UMKM sendiri tercatat menyumbang terhadap keseluruhan PDB Indonesia mencapai 46% dengan melibatkan sekitar 113 juta orang yang menjadikan sector UMKM sebagai sumber pendapatan mereka. 

Acara tersebut dihadiri pula oleh Direktur Utama Badan Usaha Logistik (Bulog) Komisaris Jenderal Pol (Purn) Budi Waseso, Managing Director Of Grab Indonesia Neneng Goenadi, Sesditjen Perhubungan Darat Kemenhun Cucu Mulyana, dan Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani. (LKW/RDL/YSP/HA)


Reaksi dan Komentar