Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB PELOPORI TOL LAUT LOGISTIK TEKAN DISPARITAS HARGA DI NATUNA 24/1

MENHUB PELOPORI TOL LAUT LOGISTIK TEKAN DISPARITAS HARGA DI NATUNA 24/1

​

JAKARTA – Kementerian Perhubungan bersama dengan Pelindo II, PT. Pelni, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan Perikanan Nusantara (Perinus) bertemu membahas rencana operasi Tol Laut Logistik di Natuna. Model tol laut logistik tersebut diyakini dapat menjadi solusi untuk menekan disparitas harga-harga barang di daerah atau pulau terluar, terdalam, terdepan seperti di pulau Natuna.

“Ini sebuah terobosan besar. Tol Laut Logistik Natuna ini akan berupaya menekan disparitas harga sehingga masyarakat di Natuna bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (21/10).

Untuk menjalankan model tol laut logistik di Natuna ini, Menhub Budi mengatakan akan mensinergikan BUMN-BUMN terkait seperti, Pelindo II dan Pelni, RNI dan Perinus untuk membentuk konsorsium bersama.

Pelindo II akan mengatur hal-hal terkait pergudangan, cargo doring, konsolidasi serta distribusi. Sementara Pelni, akan mengatur terakit angkutan laut (shipping) dan stevedoring, beberapa rute yang akan dijalankan yaitu Jakarta – Natuna – Tarempa – Jakarta. RNI mengatur terkait distributor kebutuhan pokok dengan target awal 30 box per bulan. Sedangkan, Perinus akan mengisi muatan balik perikanan.

Menhub Budi menjelaskan, model tol laut logistik di Natuna nantinya akan dilakukan dengan mengoptimalkan jalur pelayaran serta jadwal pelayaran secara rutin menuju pulau Natuna. Pengoptimalan akan dilakukan di beberapa jalur dan pelabuhan mulai dari Jakarta, Tanjung Pinang, Pontianak sampai ke Natuna.

Lebih lanjut, Menhub Budi mengatakan indikator keberhasilan dari model tol laut logistik di Natuna ini yaitu, jangka pendeknya yaitu : menurunkan waktu bongkar muat, harga bahan kebutuhan pokok, dan ketersediaan stok BKP. 

“Jangka panjangnya, diharapkan harga di Natuna tidak jauh berbeda dengan harga di Jawa atau Jakarta dan tumbuhnya sektor ekonomi lokal berorientasi pasar luar Natuna," ujar Menhub. 

Reaksi dan Komentar