Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB RAIH PENGHARGAAN SEBAGAI PEMIMPIN PERUBAHAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS BEBAS KORUPSI

MENHUB RAIH PENGHARGAAN SEBAGAI PEMIMPIN PERUBAHAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS BEBAS KORUPSI

​JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendapatkan penghargaan sebagai Pemimpin Perubahan yang berhasil membangun zona integritas secara massive sehingga mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (10/12), pada acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Kementerian Perhubungan di bawah kepemimpinan Menhub Budi Karya Sumadi telah berhasil menjadikan 12 unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan meraih predikat menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
WhatsApp Image 2019-12-10 at 13.37.10.jpeg
Dari 12 unit kerja tersebut, 11 unit kerja mendapatkan predikat WBK yakni Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Perak, Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, Politekni Pelayaran Malahayati, Politeknik Pelayaran Surabaya, Balai Kesehatan Penerbangan, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kantor UPBU Kalimarau Berau, dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Bekasi. Sedangkan 1 unit kerja mendapat predikat WBBM adalah Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

WBK/WBBM merupakan predikat yang diberikan kepada unit-unit kerja pelayanan yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen kuat untuk memberantas korupsi serta peningkatan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi.

Menhub mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada KemenPAN-RB yang telah memberikan suatu format kegiatan yang dapat mendorong perubahan pelayanan publik di Kementerian Lembaga yang berintegritas, bersih melayani dan bebas dari korupsi.

“Jika tidak ada suatu format standar tertentu yang diberikan oleh pemerintah akan sulit mengukurnya (Wilayah Bersih Melayani dan bebas dari korupsi). Dengan ini, ada satu format yang terukur yang juga membuat teman-teman itu lebih bersemangat dan mempunyai kebanggan atas prestasinya yang telah bersungguh-sungguh untuk mewujudkan pelayanan publik yang bebas dari korupsi,” sebut Menhub.

Menhub mengatakan, ia akan menggunakan penghargaan ini sebagai suatu cara untuk mengelola, meningkatkan kemampuan dan integritas dari pegawai Kementerian Perhubungan. Ia mengaku juga akan meniru  Kementerian/Lembaga lain yang sudah melakukan upaya yang lebih bagus.

“Saya akan melakukan koordinasi, tidak hanya terbatas dengan MenPAN tapi juga Kementerian atau lembaga yang lain. Saya juga akan “nyontek” mana (Kementerian/Lembaga) yang bagus, karena suatu tempat yang berintegritas itu menjadi tempat pelayanan yang sangat baik melayani masyarakat. Saya apresiasi apa yang dilakukan oleh KemenPAN RB, semoga ini menjadi suatu kemanfaatan yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia,” urainya.
WhatsApp Image 2019-12-10 at 13.37.09 (1).jpeg
Kedepannya, Menhub ingin menyasar ke unit-unit kerja lainnya yang memiliki skala pelayanan publik yang besar. Menhub menyebut hal yang dicapai ini akan terus dievaluasi, bahkan akan dibuat suatu tim yang mengevaluasi secara khusus.

“Reward and punishment akan kita lakukan. Tentu yang kita tuju pertama kali adalah unit-unit layanan yang besar. Karena dengan melakukan perbaikan ditempat yang besar atau sulit, akan membuat yang lain perhatian dan melakukan perubahan,” pungkas Menhub. (HH/RDL/YSP/HA)

Reaksi dan Komentar