Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Menhub Resmikan Dua Kapal Wisata Bottom Glass Di Labuan Bajo* Buatan Dalam Negeri

Menhub Resmikan Dua Kapal Wisata Bottom Glass Di Labuan Bajo* Buatan Dalam Negeri

Labuan Bajo - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Jumat (18/3) melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka meresmikan dua unit Kapal Wisata Bottom Glass buatan dalam negeri, untuk mendukung pengembangan wisata di daerah yang menjadi salah satu destinasi wisata superprioritas tersebut.

 

Dua unit kapal yang diberi nama Baswara Bahari yang memiliki arti bersinar di laut ini, bertipe Katamaran. Kapal ini dilengkapi dengan kaca pada bagian bawah dan dapat menampung menampung 44 orang dan 7 anak buah kapal (ABK) dengan panjang kapal 23,1 meter/ GT.

 

“Bapak Presiden ingin Labuan Bajo menjadi destinasi wisata internasional yang sama baiknya dengan Bali. Kemenhub akan konsisten memberikan dukungan untuk mewujudkannya,” jelas Menhub.

 

Menhub menjelaskan, keberadaan kapal ini akan menjadi suatu daya tarik tersendiri, yang akan memikat para wisatawan baik domestik maupun internasional. “Oleh karenanya, saya pesan kepada Pemda agar ini dikelola dengan baik dan kita sudah sepakat untuk mencari pihak yang profesional untuk mengelolanya,” jelas Menhub.

 

Pada kesempatan yang sama Gubernur NTT Victor Laiskodat menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Menhub yang telah memberi perhatian yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Labuan Bajo, tetapi juga Provinsi NTT. 

 

“Kami berharap bantuan-bantuan yang telah diberikan dapat secara perlahan meninggalkan stigma provinsi NTT sebagai provinsi yang miskin, menjadi provinsi yang mampu bersaing dan menyejahterakan masyarakatnya,” ucapnya.

 

Ia berharap, dua kapal wisata ini akan bisa melayani dan memberikan kesan berarti bagi para wisatawan di Labuan Bajo.

 

Untuk mendukung destinasi wisata superprioritas, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub membangun 4 (empat) unit kapal wisata bottom glass dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp. 80 Milyar, yang dikerjakan mulai tahun 2020. Dua kapal lainnya diperuntukkan bagi destinasi wisata Likupang.

 

Pembangunan kapal diproduksi oleh galangan kapal dalam negeri dengan 4 (empat) paket pekerjaan di Jakarta dan Surabaya.

 

Kapal ini selanjutnya akan dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur. Menhub berharap, Pemda dapat mengoptimalkan pemanfaatan kapal ini untuk mendukung sektor pariwisata dan menumbuhkan titik-titik perekonomian baru di daerah.

 

Turut hadir dalam kegiatan peresmian, Bupati Manggarai Barat NTT Edistasius Endi, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dan Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Mugen Suprihatin Sartoto. (LKW/RDL/LA/HS)

Reaksi dan Komentar