Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MENHUB RESMIKAN PENGOPERASIAN KM EXPRESS BAHARI 3B TUJUAN PULAU SERIBU

MENHUB RESMIKAN PENGOPERASIAN KM EXPRESS BAHARI 3B TUJUAN PULAU SERIBU

​

Jakarta. Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi meresmikan pengoperasian KM. Express Bahari 3B yang dioperasikan oleh PT. PELNI di Pelabuhan Sunda Kelapa, Selasa (10/1).

Pada peresmian dimaksud,  Menhub Budi Karya Sumadi didampingi oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Sekretaris Jenderal Kemenhub, Sugihardjo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono dan Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro.

KM Express Bahari 3B merupakan kapal cepat buatan tahun 2005 dengan panjang 30 meter dan terbuat dari fiberglass, dengan kapasitas angkut 208 orang ditambah 6 orang kru kapal. Selain KM Express Bahari 3B, kapal PT Pelni lainnya yang melayani Kepulauan Seribu adalah KM Sabuk Nusantara 46 yang telah dioperasikan sejak akhir 2015.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Tonny menyampaikan bahwa dengan dioperasikannya kapal cepat KM Express Bahari 3B ini tentunya dapat memenuhi keinginan masyarakat akan adanya transportasi laut untuk wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu yang aman, nyaman, tertib dan efektif.

"Sebagaimana arahan Bapak Menteri bahwa kapal PT. Pelni dapat membantu melayari dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar untuk dan dari Kepulauan Seribu," kata Tonny.

Dirjen Tonny juga menyebutkan bahwa dengan adanya kapal ini tentunya peran serta masyarakat dalam mengawal keselamatan pelayaran di wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu mutlak diperlukan.

"Namun dengan adanya kapal ini bukan berarti tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran menurun. Jadi masyarakat juga harus memperhatikan aturan keselamatan, disiplin di atas kapal dan jangan membeli tiket di atas kapal. Belilah di tempat resmi yang telah disediakan," kata Tonny.

Sekali lagi, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama. Untuk itu diperlukan peran aktif dari Operator dan Pengguna jasa agar keselamatan pelayaran dapat terwujud.

Reaksi dan Komentar