Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MESIN KAPAL MATI DI PERAIRAN LAMBASINA, UPP KOLAKA DAN TIM SAR EVAKUASI 25 ORANG PENUMPANG DENGAN SELAMAT

MESIN KAPAL MATI DI PERAIRAN LAMBASINA, UPP KOLAKA DAN TIM SAR EVAKUASI 25 ORANG PENUMPANG DENGAN SELAMATMESIN KAPAL MATI DI PERAIRAN LAMBASINA, UPP KOLAKA DAN TIM SAR EVAKUASI 25 ORANG PENUMPANG DENGAN SELAMAT

KOLAKA (5/6) - Sebanyak 25 orang pemuda asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi mati mesin dan patah as akibat menabrak tiang di Perairan Laut Lambasina Kolaka, Kamis (4/6) malam.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kolaka, Hasfar mengatakan bahwa kapal tersebut mengangkut anak-anak muda yang hendak pulang usai berekreasi di Pulau Lambasina.

“Sekitar pukul 16.00 WITA, Tim SAR Kolaka menerima informasi bahwa ada sebuah kapal yang terapung di tengah laut. Kemudian Tim Gabungan yang terdiri dari Tim Basarnas, Syahbandar Kolaka, TNI AL dan Kepolisian langsung bergerak melakukan evakuasi,” ujar Hasfar.

Selanjutnya Tim Gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 13 pemuda tersebut yang didominasi pelajar, sedangkan sisanya 12 orang dievakuasi menggunakan kapal kayu/long boat yang lebih besar.

"Alhamdulillah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Adapun 13 pemuda yang kapalnya mati mesin dievakuasi ke dermaga Kantor UPP Kolaka telah diserahterimakan kepada keluaga masing-masing. 

Sedangkan 12 pemuda lainnya yang dijemput menggunakan kapal yang lebih besar itu langsung dibawa ke pinggir pantai di alamat asal para pemuda tersebut," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan melaut selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan pelayaran.

"Menjaga keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar saja tetapi tanggungjawab kita semua. Apalagi cuaca akhir-akhir ini sangat ekstrim, jika ingin melaut hendaknya melakukan koordinasi dulu dengan Syahbandar karena kita punya data cuaca dari BMKG," tegas Hasfar.

Reaksi dan Komentar