Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

MUARA KALI MATI MENGANCAM PELABUHAN BABANG

MUARA KALI MATI MENGANCAM PELABUHAN BABANG

BABANG (3/11) - Kali mati yang terletak di Desa Babang atau berada tepat di samping Pelabuhan Babang sangat mengancam keberadaan pelabuhan tersebut.

Pasalnya, setiap kali turun hujan deras, air yang berada di kali mati itu penuh dan menggenangi area Terminal Pelabuhan. Bahkan kali mati yang muaranya menghadap tepat badan dermaga pelabuhan mengakibatkan terjadi pendangkalan.

Ini harus segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat, terutama dinas terkait yang menangani masalah normalisasi kali. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang, Rosihan Gamtjim menyampaikan, kebaradaan muara sungai yang mengalir tepat di badan jembatan menjadi ancaman yang harus secepatnya dicarikan solusi. Bahkan ktivitas kolam pelabuhan sudah mulai terancam.

Pelabuhan Babang yang berada di bawah pengawasan UPP Kelas II Babang harus segera dicarikan solusi bersama, karena ini berkaitan dengan kepentingan umum, terutama soal pelayanan pelabuhan, serta keberlangsungan lingkungan sekitar.

"Setiap kali turun hujan juga terjadi penumpukan sampah yang cukup banyak di area pelabuhan akibat dari aliran muara sungai tersebut. Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas PUPR Kabupaten Halmahera selatan agar kita bersama-sama memikirkan secara bersama, mau normalisasi atau seperti apa. Sehingga ini secepatnya dapat teratasi dengan baik," harapnya. (*)

Reaksi dan Komentar