Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT 

NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT NATIONAL MARPOLEX 2025: INDONESIA PERKUAT KESIAPSIAGAAN NASIONAL HADAPI INSIDEN PENCEMARAN LAUT 

BATAM (18/11)— Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan Apel Gelar Pasukan National Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2025, Selasa (18/11) di Batam. 

Marpolex 2025 ini digelar sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi insiden tumpahan minyak di laut, yang pada tahun ini secara spesifik berfokus pada jalu perairan Batam dan Kepulauan Riau. 

Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Capt. Hendri Ginting, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk memastikan respons darurat yang efektif dan terkoordinasi. 

“Sinergi antarlembaga merupakan kunci keberhasilan respons keadaan darurat. Apel ini memastikan kesiapan personel, peralatan, dan efektivitas komando serta komunikasi dalam operasi penanggulangan,” tegasnya. 

Tahun ini merupakan latihan skala nasional ke-16 yang bertujuan menguji dan mengevaluasi kemampuan serta prosedur penanggulangan tumpahan minyak di laut.

28 unsur termasuk ambulance yang berasal dari 17 institusi terlibat secara aktif, dengan total personel berjumlah kurang lebih 750 orang. Ratusan personil yang diterjunkan antara lain Ditjen Perhubungan Laut, Komando Daerah Angkatan Laut  IV, Polairud Polda Kepri, Basarnas, Damkar, Bakamla, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), SKK Migas dan PT Bintang 99 Persada.

Sementara itu, 26 kapal turut ikut serta dalam latihan ini, diantaranya KN Trisula, KN Sarotama, KN Rantos, KN Catamaran 508, RIB Basarnas, KAL Mapur, dan Patkamla Lobam.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang berlaku sebagai Inspektur Apel Marpolex 2025, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap kegiatan latihan penanggulangan tumpahan minyak ini.

Ia mengungkapkan, Batam berada di jalur Selat Malaka dan Selat Singapura, yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia sehingga berisiko tinggi terhadap insiden pencemaran lintas batas.

“Menjaga ruang laut dan keamanan maritim merupakan fokus utama bagi Provinsi Kepulauan Riau. Kami mendukung penuh peningkatan kesiapsiagaan nasional, karena setiap insiden di laut berdampak pada masyarakat dan ekonomi daerah,” ujarnya.

Wagub Nyanyang menuturkan, biasanya dalam kurun waktu bulan September sampai Februari terdapat potensi ancaman tumpahan minyak. 

"Namun dalam dua tahun terakhir tidak ada insiden besar terkait pencemaran laut di Kepri berkat koordinasi erat Pemda dengan Ditjen Perhubungan Laut untuk menjaga maritim kita bersama," ucapnya.

Wujud Komitmen Internasional Indonesia dalam Keselamatan Maritim Dunia

Sebagai anggota International Maritime Organization (IMO), Indonesia berkewajiban menjaga kesiapsiagaan nasional dalam penanggulangan pencemaran laut.

Direktur KPLP, Capt Hendri Ginting mengatakan, Indonesia juga wajib melaporkan setiap pelaksanaan latihan dan insiden pencemaran laut kepada IMO.

Hal ini, lanjutnya, dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi global dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut.

“Keaktifan Indonesia dalam latihan kesiapsiagaan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara maritim yang bertanggung jawab, berkomitmen pada standar internasional, dan siap menjaga keselamatan pelayaran global,” tutup Capt. Hendri Ginting. (AD/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar