Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

OPTIMALISASI PENGAWASAN KESELAMATAN PELAYARAN MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PERSONIL PENANGGULANGAN PE

OPTIMALISASI PENGAWASAN KESELAMATAN PELAYARAN MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PERSONIL PENANGGULANGAN PEOPTIMALISASI PENGAWASAN KESELAMATAN PELAYARAN MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PERSONIL PENANGGULANGAN PEOPTIMALISASI PENGAWASAN KESELAMATAN PELAYARAN MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PERSONIL PENANGGULANGAN PE

​

Jakarta (18/3) - Pemerintah terus melakukan pengawasan keselamatan pelayaran secara optimal terhadap beroperasinya 1.342 Terminal Khusus (TERSUS)/Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, di mana sebagian besar TERSUS/TUKS tersebut mengelola minyak dan gas bumi.

Pengawasan tersebut perlu dilakukan oleh personil yang kompeten untuk menjaga agar peristiwa atau kejadian pencemaran di laut baik oleh minyak maupun bahan lain yang berbahaya tidak terulang lagi.

Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginisiasi penyelenggaraan kegiatan Pembekalan Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat Administrator yang dilaksanakan pada tanggal 18 s.d. 23 Maret 2019 di Jakarta.
IMG-20190318-WA0055.jpg
Adapun kegiatan ini dibuka oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada hari ini (18/3), dan diikuti oleh para personil atau tim penanggulangan pencemaran laut di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Menurut Ahmad, peningkatan kompetensi personil penanggulangan pencemaran di laut dan pelabuhan sangat penting, mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia dimana saat ini terdapat 286 Unit Penyelenggara Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut yang melakukan pelayanan dan pengawasan untuk menjaga keselamatan pelayaran terhadap 1.342 TERSUS/TUKS.

"Kita harus belajar dari beberapa kasus pencemaran dan tumpahan minyak yang terjadi akhir-akhir ini, terutama dari kasus pipa bawah laut Pertamina di Balikpapan yang putus dan menimbulkan pencemaran yang hebat pada Maret 2018 lalu," ujar Ahmad.

Sampai saat ini, lanjut Ahmad, kasus kejadian pencemaran laut ini masih dalam proses penyelesaian. 

"Kita semua berharap bahwa kejadian serupa seperti ini tidak akan terulang lagi di masa mendatang," imbuhnya.

Lebih jauh Ahmad mengatakan bahwa guna mengantisipasi kegiatan di perairan seperti kegiatan pelayaran, pengusahaan minyak dan gas bumi, serta kegiatan lainnya mengandung risiko terjadinya kecelakaan dan berpotensi terjadinya tumpahan minyak yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan perairan sehingga diperlukan adanya suatu sistem dan manajemen terpadu dalam rangka tindakan penanggulangan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Saat ini, kebijakan dan mekanisme yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk kesiagaan dalam penanggulangan pencemaran diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim.

Dalam aturan tersebut diatur kewajiban pelabuhan dan unit kegiatan lain di perairan agar memenuhi persyaratan penanggulangan pencemaran yang meliputi prosedur, personil, peralatan dan bahan, serta latihan penanggulangan pencemaran.

"Untuk itu, saya berharap melalui pelatihan ini Pemerintah dapat memenuhi ketersediaan dan meningkatkan kompetensi personil penanggulangan pencemaran di pelabuhan serta memberikan manfaat bagi regulator di sektor maritim dalam menjalani tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan perlindungan lingkungan maritim," tutup Ahmad.
IMG-20190318-WA0057.jpg
Adapun materi pelatihan disampaikan oleh para narasumber dari Direktorat KPLP, SKK Migas, Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan para praktisi di bidang penanggulangan pencemaran. 


Reaksi dan Komentar