Kesepakatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen kedua pihak, termasuk Technical & Operation Director PAG Agus Mukorobin dan Kepala KSOP Azwar. Kerja sama tersebut bertujuan memastikan kelancaran operasional, keselamatan pelayaran, serta kepatuhan terhadap regulasi kepelabuhanan.
Agus Mukorobin menyebut perjanjian ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan operasional perusahaan, khususnya pada aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal di area TUKS.
“Perjanjian ini tidak hanya menjadi landasan hukum, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan di setiap aktivitas operasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, berdasarkan data IHS Markit tahun 2022, terminal PAG termasuk salah satu terminal reloading LNG teraktif di dunia. Hal ini memperkuat peran strategis PAG dalam rantai distribusi energi.
Sejalan dengan itu, PAG berkomitmen menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat guna menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja.
Sementara itu, Azwar menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku usaha dalam menciptakan sistem kepelabuhanan yang tertib dan efisien. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pengawasan serta optimalisasi pemanfaatan perairan sesuai ketentuan.
Melalui kolaborasi ini, PAG dan KSOP Lhokseumawe diharapkan mampu memperkuat operasional berstandar global sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya.


Reaksi dan Komentar