Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PASCAGEMPA DI AMBON DAN LABUAN BAJO, PELABUHAN TETAP BEROPERASI 26/09/2

PASCAGEMPA DI AMBON DAN LABUAN BAJO, PELABUHAN TETAP BEROPERASI 26/09/2

​

JAKARTA (26/9) – Dua gempa mengguncang dua wilayah Indonesia dalam waktu yang hampir bersamaan pada Kamis (26/9) pagi yaitu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan magnitude 5,0 SR dan di Ambon, Maluku dengan magnitude 6,8 SR. Pascagempa tersebut, kondisi pelabuhan di kedua wilayah dilaporkan aman dan masih beroperasi normal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon Yefri Meidison menyatakan, saat ini pelayanan di Pelabuhan Ambon tetap berlangsung walaupun masih tampak sepi oleh para pengguna jasa. 

“Kami tetap menugaskan petugas piket untuk standby di pelabuhan agar pelayanan pelabuhan tetap berjalan,” kata Yefri.

Terkait dengan dampak gempa, saat ini pihaknya tengah melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur dan fasilitas pelabuhan apakah terdapat kerusakan signifikan.

“Gempa di Ambon pagi ini cukup besar yang mengakibatkan banyak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Namun di sisi lain, musibah gempa Ambon justru menjadi miniatur indahnya perbedaan dan keberagaaman, di mana warga bahu membahu menolong warga lain yang mengungsi di dataran tinggi tanpa memandang Suku, Agama, dan Ras” tutur Yefri. 

Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Labuan bajo saat ini terpantau aman dan tetap beroperasi normal seperti biasa.

“Pasca gempa, Alhamdulillah kondisi infrastruktur dan personil di pelabuhan kami aman serta fasilitas pelabuhan dalam keadaan baik,” ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuan Bajo Dwikora.

Bencana alam seperti gempa bumi memang sulit diprediksi kapan terjadinya. Untuk itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menghimbau seluruh jajaranya khususnya bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga terhadap bencana yang tidak bisa diprediksi.

“Khusus untuk UPT di Ambon dan Labuan Bajo, saya minta agar terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan SAR Nasional (BASARNAS), dan instansi lainnya untuk memonitor pasca gempa serta bersama-sama menyatukan langkah dalam melakukan penanganan pascagempa,” tegas Dirjen Agus.

Dirjen Agus berharap tidak ada lagi gempa susulan di Ambon ataupun di Labuan Bajo, dan negeri Indonesia selalu dalam kondisi aman dan kondusif.


Reaksi dan Komentar