Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PEDULI MASYARAKAT TERDAMPAK PENDEMI COVID-19, KSOP KELAS IV PROBOLINGGO MENGGELAR PADAT KARYA TAHUN 2021

PEDULI MASYARAKAT TERDAMPAK PENDEMI COVID-19,  KSOP KELAS IV PROBOLINGGO MENGGELAR PADAT KARYA TAHUN 2021PEDULI MASYARAKAT TERDAMPAK PENDEMI COVID-19,  KSOP KELAS IV PROBOLINGGO MENGGELAR PADAT KARYA TAHUN 2021PEDULI MASYARAKAT TERDAMPAK PENDEMI COVID-19,  KSOP KELAS IV PROBOLINGGO MENGGELAR PADAT KARYA TAHUN 2021

(Probolinggo-24/4) Program Pemerintah yang tengah gencar dilakukan Kementerian Perhubungan adalah program Padat Karya yang dilaksanakan di seluruh UPT di Indonesia.

Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus menyelenggarakan Program Padat Karya sebagai wujud peran serta dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat terdampak pendemi corona

Hari ini, Sabtu (24/7), dilakukan Acara Pembukaan Program Padat Karya UPT Ditjen Hubla Jawa Timur secara virtual yang terpusat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik , Jawa Timur yang dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut , Ir. R. AGUS H. PURNOMO, MM.

"Tujuan utama Padat Karya  ini adalah menghadirkan negara ke tengah-tengah masyarakat. Sehingga tercipta soliditas dan sinergi dalam upaya menciptakan kesejahteraan bersama, khususnya bagi masyarakat sekitar, " kata Ir.  R.  AGUS PURNOMO, MM. 

Padat Karya juga sebagai wujud bahwa Ditjen Hubla tidak lagi sekadar melakukan pekerjaan sesuai tupoksi, tetapi juga mampu menjaga soliditas dan hubungan baik dgn masyarakat yang berdomisili di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.

KSOP Kelas IV Probolinggo menjadi salah satu UPT yang ikut serta mengadakan Kegiatan Padat Karya dengan tetap mematuhi protocol kesehatan

Kegiatan Padat Karya di KSOP Kelas IV Probolinggo dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.003/14/11/DJPL-18 Tentang Padat Karya

Kegiatan Padat Karya ini berupa kegiatan perawatan Gedung Kantor (15 orang)  Rumah Dinas Fungsional (5 orang),  Rumah Dinas Pimpinan (5 orang), Pos KPLP (7 orang) dan Kantor wilker Pasuruan (8 orang) pada KSOP Kelas IV Probolinggo, dimana dalam pelaksanaannya menyerap tenaga kerja dari warga sekitar pelabuhan Probolinggo dan pasuruan.

"Dalam rangka mensukseskan program-program pemerintah terkait pemberdayaan masyarakat, Kantor KSOP Kelas IV Probolinggo sebagai salah satu UPT yang berkomitmen untuk menyelaraskan kegiatannya dengan program yang telah dicanangkan oleh Ditjen Hubla dimana salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Program Padat Karya," terang Capt. SUBUH FAKKUROCHMAN, SE. M.H., M.Mar. selaku Kepala KSOP Kelas IV Probolinggo.

Pada kesempatan yang sama,  Capt. SUBUH FAKKUROCHMAN, SE. M.H., M.Mar.berharap dengan kegiatan Padat Karya ini tercipta pemberdayaan masyarakat sekitar, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk membangun pola hidup yang produktif, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Perekrutan tenaga kerja Padat Karya dilakukan dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian khusus, tidak bekerja dalam waktu yang lama. Selain itu, menjadi pertimbangan juga warga masyarakat yang memerlukan pekerjaan guna menyambung kelangsungan perekonomian di tengah pendemi Virus Corona yang belum berakhir. 

Reaksi dan Komentar