Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Dukung Rantai Pasok Industri Nasional

Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Dukung Rantai Pasok Industri NasionalPelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Dukung Rantai Pasok Industri NasionalPelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Dukung Rantai Pasok Industri NasionalPelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana, Dukung Rantai Pasok Industri Nasional

Patimban, 21 Juli 2026 – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban mencatat terlaksananya kegiatan impor peti kemas internasional perdana melalui kunjungan MV. MSC CARLA III di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. 

Momentum tersebut melengkapi capaian ekspor peti kemas internasional perdana yang telah terlaksana pada pekan sebelumnya, sehingga Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor peti kemas internasional secara reguler sebagai bagian dari pengembangan konektivitas logistik Indonesia dengan jaringan pelayaran internasional.

MV. MSC CARLA III sandar (Actual Time Berthing/ATB) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 02.06 WIB dari Singapura dan menyelesaikan kegiatan bongkar muat pada Selasa, 21 Juli 2026 pukul 11.42 WIB. Selanjutnya kapal melanjutkan pelayaran menuju Pasir Gudang (Malaysia), Laem Chabang (Thailand), Shanghai, dan Ningbo (Tiongkok) sebagai bagian dari layanan reguler Enhanced Seahorse Service.

Pada kunjungan tersebut, kegiatan bongkar muat mencapai 1.632 TEUs, yang terdiri atas 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Dari sisi satuan peti kemas, kegiatan ekspor tercatat sebanyak 624 box, terdiri atas 208 box peti kemas isi dan 416 box peti kemas kosong, sedangkan kegiatan impor sebanyak 192 box, yang seluruhnya merupakan peti kemas isi.

Komoditas impor yang dibongkar pada kunjungan tersebut berupa komponen kendaraan BYD yang selanjutnya didistribusikan menuju pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kehadiran layanan impor ini diharapkan semakin mendukung kelancaran rantai pasok sektor industri serta memperkuat peran Pelabuhan Patimban dalam melayani kebutuhan logistik kawasan industri di Jawa Barat.

Sementara itu, komoditas ekspor yang dimuat melalui Pelabuhan Patimban pada kunjungan ini berupa bahan baku kertas, yang dipasarkan ke berbagai negara tujuan melalui jaringan pelayaran internasional Mediterranean Shipping Company (MSC). Hal tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban tidak hanya menjadi pintu keluar komoditas ekspor nasional, tetapi juga mulai berperan sebagai pintu masuk bahan baku industri melalui layanan pelayaran internasional yang terjadwal secara reguler.

Rangkaian layanan tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Patimban sebagai bagian dari jaringan pelayaran internasional di kawasan Asia. Setelah pada pekan sebelumnya melayani ekspor peti kemas internasional perdana, kini Pelabuhan Patimban juga telah melayani impor peti kemas internasional. 

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga diharapkan mampu memberikan alternatif layanan logistik bagi dunia usaha sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd. Arief Agustian, menyampaikan bahwa berkembangnya layanan peti kemas internasional tersebut merupakan langkah penting dalam penguatan fungsi Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik nasional.

"Pelaksanaan kegiatan impor peti kemas internasional perdana melengkapi layanan ekspor yang telah dimulai pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Patimban telah semakin siap untuk melayani ekspor dan impor, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif gerbang logistik internasional yang mendukung pertumbuhan industri, investasi, dan perekonomian nasional," ujar Arief.

Dengan semakin berkembangnya layanan pelayaran internasional tersebut, Pelabuhan Patimban diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional, memperluas pilihan rantai pasok nasional, serta menyediakan alternatif layanan logistik yang andal bagi dunia usaha dan kawasan industri di Indonesia.

Reaksi dan Komentar