Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Pelayanan di Ketapang-Gilimanuk Berjalan Normal dan Semua Kapal Beroperasi Sesuai Ketentuan

Pelayanan di Ketapang-Gilimanuk Berjalan Normal dan Semua Kapal Beroperasi Sesuai KetentuanPelayanan di Ketapang-Gilimanuk Berjalan Normal dan Semua Kapal Beroperasi Sesuai Ketentuan

BANYUWANGI (26/7) - Seluruh kapal penyeberangan yang melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk telah dinyatakan laiklaut dan beroperasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperketat aspek keselamatan dengan menerapkan pembatasan kapasitas angkut pada setiap kapal, terutama pada kapal ex-LCT (Landing Craft Tank) atau kapal khusus pengangkut kargo dan alat berat.

Kapal ex-LCT yang sudah memenuhi rekomendasi dan diizinkan beroperasi harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan, yaitu load factor sebesar 75%, tidak boleh mengangkut penumpang, kemudian sopir dan kenek dibatasi hanya masing-masing 1 orang setiap  truk dan keduanya wajib menggunakan lifejacket selama dalam pelayaran.

“Pelayanan di Pelabuhan Ketapang berjalan normal dan lancar meski dilakukan pembatasan kapasitas angkut kapal ex-LCT di mana setiap kapal mengangkut maksimal 6 truk besar tronton untuk memastikan keselamatan pelayaran,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, Sabtu (26/7).

Namun saat ini tengah dilakukan perbaikan Jalur Gumitir selama 2 bulan ke depan dalam rangka preservasi jalan nasional yang kemungkinan berdampak pada arus lalulintas menuju pelabuhan.

Selain itu, berdasarkan laporan dari KSOP Kelas III Tanjung Wangi, ada penambahan demand kendaraan di jalan lintas Utara akibat penutupan di jalur Selatan, namun menjelang sore antrian masuk pelabuhan sudah berkurang.

Untuk mengurangi kepadatan di jalan sekitar pelabuhan, telah disediakan kantong parkir untuk menampung kendaraan yang sedang menunggu antrian masuk ke kapal. Selain itu, dilakukan percepatan proses sandar muat di dermaga lintas Ketapang-Gilimanuk serta penambahan armada kapal.

Adapun total kapal yang beroperasi saat ini adalah sebanyak 27 kapal yang terdiri dari 19 kapal di Dermaga MB I-IV, 7 kapal di Dermaga LCM dan 1 merupakan kapal perbantuan di dermaga Bulusan.

Ditjen Hubla bersama stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah koordinasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mengimbau masyarakat untuk mengupdate kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang.

“Bagi masyarakat yang akan melintasi jalan menuju Pelabuhan Ketapang, agar selalu mengecek kondisi lalu lintas dan rute alternatif serta mematuhi pengaturan jalan yang dilakukan oleh pihak kepolisian agar perjalanan tetap aman dan efisien,” imbuh Masyhud. (PF/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar