Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PEMERINTAH DORONG PENGEMBANGAN PELABUHAN KENDAL UNTUK MENDUKUNG KAWASAN EKONOMI KHUSUS

PEMERINTAH DORONG PENGEMBANGAN PELABUHAN KENDAL UNTUK MENDUKUNG KAWASAN EKONOMI KHUSUS

KENDAL (30/9) - Pengembangan pelabuhan Kendal harus segera dilakukan pembangunannya mengingat nantinya pelabuhan tersebut dapat mendukung sarana dan prasarana Kawasan Industri kendal (KIK), yang sudah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo saat melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kendal hari ini, Senin (30/9).

Untuk itu, pihak swasta diberikan peluang dan didorong untuk berinvestasi membangun Pelabuhan Kendal.

WhatsApp Image 2019-09-30 at 15.10.42.jpeg

Dalam pengembangannya nanti, Pelabuhan Kendal ini diarahkan menjadi pelabuhan smart logistic di Pulau Jawa dan pembangunan infrastruktur pelabuhan Kendal diharapkan memberikan dampak positif, bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah secara keseluruhan.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Agus yang didampingi oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Kendal Industrial Park.

Sebagai informasi, KEK Kendal akan memiliki lahan 1.000 hektar dan diprioritaskan untuk industri 4.0 berorientasi ekspor. Sektor industrinya seperti tekstil dan busana, furnitur, makanan dan minuman, otomotif, elektronik, hingga logistik.

Nilai investasi untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas kawasan di Kendal sebesar Rp 4,8 triliun dan hingga tahun 2025, KEK Kendal diperkirakan akan menyerap 80 ribu tenaga kerja.

Reaksi dan Komentar