Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

PEMERINTAH SIAP OPERASIKAN LIMA KAPAL TERNAK BARU DI TAHUN 2018 20/01/2

PEMERINTAH SIAP OPERASIKAN LIMA KAPAL TERNAK BARU DI TAHUN 2018 20/01/2

JAKARTA (20/1) - Sebanyak 5 (lima) unit kapal ternak baru yang dibangun Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut siap dioperasikan pada tahun 2018. Pengoperasian kapal ternak ini bertujuan meningkatkan efektifiktas kegiatan pengangkutan kapal ternak serta untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya di bidang swasembada daging sapi di Indonesia. 


Demikian yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo di Jakarta hari ini (20/1).


Seperti diketahui dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Indonesia khususnya swasembada daging, sejak tahun 2015 Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membangun 5 (lima) unit kapal ternak yang akan selesai pada semester I tahun 2018 dengan total anggaran sebesar Rp. 295,5 Miliar.


“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan terus mendukung program ketahanan pangan yang merupakan program unggulan pemerintah Jokow-JK khususnya di bidang swasembada daging sapi melalui penambahan kapal ternak dan penambahan rute. Hal ini juga bertujuan untuk menurunkan harga daging sapi sekaligus menjaga kualitas dari daging sapi itu sendiri,” tegas Dirjen Agus.


Adapun kelima kapal dimaksud diberi nama KM. Camara Nusantara II, KM. Camara Nusantara III, KM. Camara Nusantara IV, KM. Camara Nusantara V dan KM. Camara Nusantara VI. Kelima kapal ini siap dioperasikan pada tahun 2018 ini guna mendukung operasi kapal ternak yang sudah ada yaitu KM. Camara Nusantara I dengan trayek Kupang - Waingapu - Cirebon - DKI Jakarta - Kupang.


Rencananya kelima kapal tersebut akan ditempatkan pada 3 (tiga ) Pangkalan Pelabuhan yaitu Pelabuhan Kupang, Bima dan Celukan Bawang Bali dengan rute sebagai berikut :


KM. Camara Nusantara 2, melayani trayek Kupang - DKI Jakarta - Bengkulu - Kupang;

KM. Camara Nusantara 3, akan melayani trayek Kupang – Wini – Atapupu – DKI Jakarta- Kupang;

KM. Camara Nusantara 4, akan melayani trayek Bima – Badas - Pare-Pare – Balikpapan - Bima;

KM. Camara Nusantara 5, akan melayani trayek a. Bima - Badas - Tanjung Priok - Bima dan b. Bima - Badas - Banjarmasin - Bima;

KM. Camara Nusantara 6, akan melayani trayek Celukan Bawang Bali - DKI Jakarta - Kupang/Atapupu/Wini - Samarinda - Celukan Bawang


“Dengan pengoperasian kapal ternak ini diharapkan dapat menjaga kualitas dan melindungi sapi yang ada di atas kapal dengan fasilitas yang memang dibuat khusus untuk mengangkut hewan ternak. Sebelumnya, pengangkutan sapi menggunakan kapal cargo biasa yang tidak diperuntukkan khusus untuk sapi membuat sapi cenderung stres dan kurang terawat," ujar Dirjen Hubla.


Adapun pengelolaan/operator kapal ternak akan dilaksanakan melalui mekanisme penugasan dan/atau pelelangan umum kepada Badan Usaha Milik Negara atau Perusahaan Pelayaran Nasional (Swasta).


“ Satu hal yang perlu diperhatikan terkait penyelenggaraan kapal ternak adalah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak dapat berjalan secara efektif dan optimal”, tutup Dirjen Agus.



Reaksi dan Komentar